Jumat, 25 November 2016

Upaya Pendidikan Dalam Mengantisipasi Masa Depan

          Kita pasti sudah tahu bagaimana masa depan itu terjadi bahkan dengan berandai-andai ataupun menerkanya sekalipun. Tapi apa yang terjadi dengan pendidikan, jika ada karakterisitik umum yang merupakan petunjuk penting bagi masyarakat di masa depan itu sendiri? Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :
A.  Kecendrungan Globalisasi
    Maksud dari kecendrungan globalisasi adalah gelombang globalisasi menerpa seluruh aspek kehidupan dan penghidupan manusia. Dunia seakan-akan tidak perlu lagi sebuah batas-batas Negara dikarenakan semua informasi sudah dengan mudah ditaklukan dengan internet. Apapun bentuk informasi yang kita butuhkan entah itu tulisan, gambar, dan video mudah ditelusur.
    Ada empat gelombang globalisasi yang paling kuat dan juga sering kita alami di keseharian, seperti iptek, ekonomi, lingkungan hidup dan pendidikan. Iptek jelas sangat cepat perkembangannya, hal ini mempermudah kita untuk berkomunikasi dengan negara-negara lain. Ekonomi untuk globalisasinya terkesan memudahkan suatu negara agar menjalin kerjasama ekonomi antar negara yang mengakibatkan aktivitas ekspor-impor menjadi sering dilakukan. Lingkungan hidup, terfokusnya manusia pada arus globalisasi yang serba cepat dan praktis, sering membuat kita lupa pada lingkungan yang menjadi tempat kita hidup. Contoh kecil seperti banyaknya pohon yang harus ditebang demi kertas-kertas putih baru untuk pekerja kantoran, buku tulis, dan sebagainya. Terakhir pendidikan yang erat kaitannya dengan identitas bangsa termasuk budaya nasional di Indonesia.

B.  Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
    Aneh rasanya (apalagi membayangkan) jika di masa depan nanti perkembangan IPTEK tidak maju malah mundur. Tentu saja salah. IPTEK yang merupakan ujung tombak dari globalisasi itu sendiri tidak akan pernah mengalami kemunduran. Bidang ilmu pengetahuan dari hari ke hari makin berkembang ke arah yang lebih baik untuk memudahkan segala kerumitan-kerumitan yang dialami oleh seseorang lewat tangan-tangan kreatif si kreator. Lalu, bagaimana dengan teknologi? Teknologi membantu kita untuk bisa menemukan ‘jalan keluar’ dari sulitnya berkomunikasi dengan orang terdekat kita yang sedang berada di luar kota misalnya, maka terciptalah ide untuk membuat telepon yang sekarang sudah berubah bentuk menjadi kecil dengan nama baru yaitu handphone. Benda kecil ini multifungsi dan guna. Kemudian untuk berkunjung ke suatu tempat di suatu negara, sekarang saja kita bisa menggunakan pesawat yang daya tempuhnya singkat. Bayangkan bagaimana bentuk pesawat dan daya tempuhnya di masa depan nanti?
    Meskipun memang, tidak menutup kemungkinan ada dampak negatif dari kemajuan IPTEK tersebut. Seperti misalnya, dikenalnya ‘budaya merunduk’ yaitu kebiasaan yang sudah menjadi kebiasaan di masyarakat kita memainkan handphone dimanapun itu. Padahal entah disadari atau tidak, interaksi sosial yang akan terjadi akan semakin memudar.
    Hal seperti ini merupakan tantangan bagi diri kita sendiri. Apakah kita sanggup menerimanya dengan pemikiran yang lebih selektif (bahkan bisa menjadikan suatu peluang) ataukah ikut andil tanpa perlu berpikir dua kali lebih susah karena yang perlu kita lakukan hanya menggunakan teknologi tersebut se-enak yang kita mau. Tentu saja harus kita pikirkan lebih jauh lagi dimulai dari sekarang.

C.  Perkembangan Arus Komunikasi yang Semakin Padat dan Cepat
    Salah satu perkembangan iptek yang berkaitan langsung ialah informasi dan komunikasi utamanya satelit komunikasi (inilah alat terciptanya internet), komputer, dan lainnya. Sumber pesan mencakup aspek kehidupan manusia yaitu keseluruhan unsur-unsur kebudayaan, mulai dari sistem teknologi dan peralatan (Koentjaraningrat, 1974: 12).
    Meskipun begitu, arus komunikasi yang semakin padat dan cepat hanya terjadi di tempat-tempat tertentu saja, kebanyakan di kota. Padahal daerah-daerah selain kota atau bahkan desa terpencil pun butuh komunikasi yang serba cepat, hal ini membuat penyebarannya dirasakan kurang merata.

D.  Peningkatan Layanan Profesional
    Salah satu ciri penting masyarakat masa depan adalah meningkatnya kebutuhan layanan profesional dalam bidang kehidupan manusia. Karena perkembangan iptek yang makin cepat dan perkembangan arus informasi yang padat dan cepat, maka masyarakat masa depan semakin luas pula wawasan serta daya kritis yang mereka miliki.
    Maka dari itu dibutuhkan layanan-layanan profesional yang memperkerjakan manusia profesional pula. Sehubungan dengan kecendrungan permasalahan manusia yang memerlukan penanganan rutin dan sesegera mungkin. Profesional juga memiliki kode etik yang berfungsi ganda yaitu, perlindungan terhadap masyarakat agar memperoleh layanan bermutu dan perlindungan dan pedoman peningkatan kualitas anggota.

    Nah, itu tadi karakteristik umum yang merupakan petunjuk penting bagi masyarakat di masa depan. Lalu, apa upaya pendidikannya? Terutama dalam mengantisipasi masa depan?
    Pertama kita harus tahu bahwa mengantisipasi adalah persiapan yang perlu dilakukan. Pendidikan wajib mempersiapkan generasi baru yang masih fresh dengan ide-ide serta kreatifitas yang sanggup menghadapi tantangan di masa depan yang semakin menuntut kita berpikir secerdas mungkin. Bahkan dibutuhkan sebuah inovasi baru yang dapat mendobrak dunia khususnya bagi Indonesia sendiri tanpa perlu menghilangkan unsur-unsur kebudayaan yang sudah ada.
    Kedua, mengantisipasi itu dengan cara yang sederhana namun sebenarnya sudah terencana dengan matang dan bahkan penuh dengan wawasan-wawasan baru, atau istilahnya sering kita dengar, think globally but act locally.  Maksudnya, tidak jarang untuk memajukan bangsa sendiri kita harus pintar-pintar menyaring informasi penting yang berguna untuk dikembangkan tanpa perlu menggantikan atau menggeser nilai budaya Indonesia itu sendiri. Contohnya seperti, kurikulum 2013 (kurtilas). Tujuan dari program ini sebenarnya sangat baik. Kenapa begitu? Karena dengan kurtilas, kita dapat menggunakan teknologi terkini dengan mudah sehingga informasi yang kita dapatkan lebih banyak dan luas maka siswa diharapkan dapat menemukan jawaban atas pertanyaan mereka sendiri berdasarkan mata pelajaran bersangkutan, juga siswa diharapkan aktif dan guru hanya mengontrol bagaimana jalannya program tersebut. Sudah pasti unsur-unsur kebudayaan Indonesia mau tidak mau ikut andil tanpa perlu disingkirkan.
    Ketiga, pendidikan dalam upaya mengantisipasi masa depan diarahkan pada aspek yang paling berperan dalam individu (nilai dan sikap), pengembangan nilai dan budaya, dan terakhir pengembangan sarana pendidikan itu sendiri. Nilai dan sikap memegang peranan penting. Terutama dalam menentukan wawasan dan perilaku manusia. Karena nilai adalah norma yang harus ditaati oleh setiap manusia seperti, agama, hukum, adat istiadat dan moral. Pengembangan kebudayaan, karena dengan mengembangkan kebudayaan dari suatu bangsa dapat membuat nilai plus di negara-negara lain dan dampaknya banyak peluang yang bisa kita ambil dari sana. Pengembangan sarana pendidikan sangat penting agar proses belajar-mengajar bisa lebih produktif lebih dan lebih tetapi usahakan penyebaran pengembangannya merata hingga ke pelosok-pelosok daerah.

    Kesimpulan yang didapat adalah, dalam upaya pendidikan dalam mengantisipasi masa depan, sebelumnya kita harus tahu terlebih dahulu bagaimana karakteristik masyarakat di masa depan nanti dan hal-hal apa saja yang akan terjadi lalu dari pendidikan itu sendiri cara mengantisipasinya dengan mempersiapkan generasi baru yang penuh dengan ide-ide cemerlang, kemudian, bisa berwawasan seluas mungkin tetapi tindakannya sederhana dan tidak perlu menghilangkan aksen dari negara itu sendiri, terakhir dengan memperhatikan aspek nilai dan sikap, pengembangan kebudayaan, dan pengembangan sarana pendidikan.


Semoga bermanfaat :)



Sumber : 

Tirtarahadja, Umar dan S. L. La Sulo. 2010. Pengantar Pendidikan. Jakarta. Rineka Cipta.
Berta, Nitasari. “Pengantar Pendidikan Definisi Tujuan Dan Fungsi Pendidikan’. http://bertanitasari.blogspot.co.id/2014/12/pengantar-pendidikan-definisi-tujuan.html/ Diakses tanggal 25 Oktober 2016.
Gerungan, Raflen. “Perkiraan Dan Antisipasi Terhadap Masyarakat Masa Depan”. http://raflengerungan.wordpress.com/korupsi-dan-pendidikan/perkiraan-dan-antisipasi-terhadap-masyarakat-masa-depan/ Diakses tanggal 25 Oktober 2016.  
People, Sontog. “Upaya Pendidikan dalam Mengantisipasi Terhadap Masa Depan.” http://fathurdbarcelonista.blogspot.co.id/2011/12/upaya-pendidikan-dalam-mengantisipasi.html/ Diakses tanggal 25 Oktober 2016.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar