Kita pasti sudah tahu bagaimana masa
depan itu terjadi bahkan dengan berandai-andai ataupun menerkanya sekalipun. Tapi
apa yang terjadi dengan pendidikan, jika ada karakterisitik umum yang merupakan
petunjuk penting bagi masyarakat di masa depan itu sendiri? Beberapa
diantaranya adalah sebagai berikut :
A. Kecendrungan
Globalisasi
Maksud dari
kecendrungan globalisasi adalah gelombang globalisasi menerpa seluruh aspek
kehidupan dan penghidupan manusia. Dunia seakan-akan tidak perlu lagi sebuah
batas-batas Negara dikarenakan semua informasi sudah dengan mudah ditaklukan
dengan internet. Apapun bentuk informasi yang kita butuhkan entah itu tulisan,
gambar, dan video mudah ditelusur.
Ada empat
gelombang globalisasi yang paling kuat dan juga sering kita alami di
keseharian, seperti iptek, ekonomi, lingkungan hidup dan pendidikan. Iptek
jelas sangat cepat perkembangannya, hal ini mempermudah kita untuk
berkomunikasi dengan negara-negara lain. Ekonomi untuk globalisasinya terkesan
memudahkan suatu negara agar menjalin kerjasama ekonomi antar negara yang
mengakibatkan aktivitas ekspor-impor menjadi sering dilakukan. Lingkungan hidup,
terfokusnya manusia pada arus globalisasi yang serba cepat dan praktis, sering
membuat kita lupa pada lingkungan yang menjadi tempat kita hidup. Contoh kecil
seperti banyaknya pohon yang harus ditebang demi kertas-kertas putih baru untuk
pekerja kantoran, buku tulis, dan sebagainya. Terakhir pendidikan yang erat
kaitannya dengan identitas bangsa termasuk budaya nasional di Indonesia.
B. Perkembangan
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
Aneh rasanya
(apalagi membayangkan) jika di masa depan nanti perkembangan IPTEK tidak maju
malah mundur. Tentu saja salah. IPTEK yang merupakan ujung tombak dari
globalisasi itu sendiri tidak akan pernah mengalami kemunduran. Bidang ilmu
pengetahuan dari hari ke hari makin berkembang ke arah yang lebih baik untuk
memudahkan segala kerumitan-kerumitan yang dialami oleh seseorang lewat
tangan-tangan kreatif si kreator. Lalu, bagaimana dengan teknologi? Teknologi membantu
kita untuk bisa menemukan ‘jalan keluar’ dari sulitnya berkomunikasi dengan
orang terdekat kita yang sedang berada di luar kota misalnya, maka terciptalah
ide untuk membuat telepon yang sekarang sudah berubah bentuk menjadi kecil
dengan nama baru yaitu handphone. Benda
kecil ini multifungsi dan guna. Kemudian untuk berkunjung ke suatu tempat di
suatu negara, sekarang saja kita bisa menggunakan pesawat yang daya tempuhnya
singkat. Bayangkan bagaimana bentuk pesawat dan daya tempuhnya di masa depan
nanti?
Meskipun
memang, tidak menutup kemungkinan ada dampak negatif dari kemajuan IPTEK
tersebut. Seperti misalnya, dikenalnya ‘budaya merunduk’ yaitu kebiasaan yang
sudah menjadi kebiasaan di masyarakat kita memainkan handphone dimanapun itu. Padahal entah disadari atau tidak,
interaksi sosial yang akan terjadi akan semakin memudar.
Hal seperti
ini merupakan tantangan bagi diri kita sendiri. Apakah kita sanggup menerimanya
dengan pemikiran yang lebih selektif (bahkan bisa menjadikan suatu peluang)
ataukah ikut andil tanpa perlu berpikir dua kali lebih susah karena yang perlu
kita lakukan hanya menggunakan teknologi tersebut se-enak yang kita mau. Tentu saja
harus kita pikirkan lebih jauh lagi dimulai dari sekarang.
C. Perkembangan
Arus Komunikasi yang Semakin Padat dan Cepat
Salah satu
perkembangan iptek yang berkaitan langsung ialah informasi dan komunikasi
utamanya satelit komunikasi (inilah alat terciptanya internet), komputer, dan
lainnya. Sumber pesan mencakup aspek kehidupan manusia yaitu keseluruhan
unsur-unsur kebudayaan, mulai dari sistem teknologi dan peralatan
(Koentjaraningrat, 1974: 12).
Meskipun begitu,
arus komunikasi yang semakin padat dan cepat hanya terjadi di tempat-tempat
tertentu saja, kebanyakan di kota. Padahal daerah-daerah selain kota atau
bahkan desa terpencil pun butuh komunikasi yang serba cepat, hal ini membuat
penyebarannya dirasakan kurang merata.
D. Peningkatan
Layanan Profesional
Salah satu
ciri penting masyarakat masa depan adalah meningkatnya kebutuhan layanan profesional
dalam bidang kehidupan manusia. Karena perkembangan iptek yang makin cepat dan
perkembangan arus informasi yang padat dan cepat, maka masyarakat masa depan
semakin luas pula wawasan serta daya kritis yang mereka miliki.
Maka dari
itu dibutuhkan layanan-layanan profesional yang memperkerjakan manusia
profesional pula. Sehubungan dengan kecendrungan permasalahan manusia yang
memerlukan penanganan rutin dan sesegera mungkin. Profesional juga memiliki
kode etik yang berfungsi ganda yaitu, perlindungan terhadap masyarakat agar
memperoleh layanan bermutu dan perlindungan dan pedoman peningkatan kualitas
anggota.
Nah, itu
tadi karakteristik umum yang merupakan petunjuk penting bagi masyarakat di masa
depan. Lalu, apa upaya pendidikannya? Terutama dalam mengantisipasi masa depan?
Pertama
kita harus tahu bahwa mengantisipasi adalah persiapan yang perlu dilakukan. Pendidikan
wajib mempersiapkan generasi baru yang masih fresh dengan ide-ide serta kreatifitas yang sanggup menghadapi
tantangan di masa depan yang semakin menuntut kita berpikir secerdas mungkin. Bahkan
dibutuhkan sebuah inovasi baru yang dapat mendobrak dunia khususnya bagi
Indonesia sendiri tanpa perlu menghilangkan unsur-unsur kebudayaan yang sudah
ada.
Kedua,
mengantisipasi itu dengan cara yang sederhana namun sebenarnya sudah terencana
dengan matang dan bahkan penuh dengan wawasan-wawasan baru, atau istilahnya
sering kita dengar, think globally but
act locally. Maksudnya, tidak jarang
untuk memajukan bangsa sendiri kita harus pintar-pintar menyaring informasi penting
yang berguna untuk dikembangkan tanpa perlu menggantikan atau menggeser nilai
budaya Indonesia itu sendiri. Contohnya seperti, kurikulum 2013 (kurtilas). Tujuan
dari program ini sebenarnya sangat baik. Kenapa begitu? Karena dengan kurtilas,
kita dapat menggunakan teknologi terkini dengan mudah sehingga informasi yang
kita dapatkan lebih banyak dan luas maka siswa diharapkan dapat menemukan
jawaban atas pertanyaan mereka sendiri berdasarkan mata pelajaran bersangkutan,
juga siswa diharapkan aktif dan guru hanya mengontrol bagaimana jalannya
program tersebut. Sudah pasti unsur-unsur kebudayaan Indonesia mau tidak mau
ikut andil tanpa perlu disingkirkan.
Ketiga,
pendidikan dalam upaya mengantisipasi masa depan diarahkan pada aspek yang
paling berperan dalam individu (nilai dan sikap), pengembangan nilai dan
budaya, dan terakhir pengembangan sarana pendidikan itu sendiri. Nilai dan
sikap memegang peranan penting. Terutama dalam menentukan wawasan dan perilaku
manusia. Karena nilai adalah norma yang harus ditaati oleh setiap manusia
seperti, agama, hukum, adat istiadat dan moral. Pengembangan kebudayaan, karena
dengan mengembangkan kebudayaan dari suatu bangsa dapat membuat nilai plus di
negara-negara lain dan dampaknya banyak peluang yang bisa kita ambil dari sana.
Pengembangan sarana pendidikan sangat penting agar proses belajar-mengajar bisa
lebih produktif lebih dan lebih tetapi usahakan penyebaran pengembangannya
merata hingga ke pelosok-pelosok daerah.
Kesimpulan
yang didapat adalah, dalam upaya pendidikan dalam mengantisipasi masa depan,
sebelumnya kita harus tahu terlebih dahulu bagaimana karakteristik masyarakat di
masa depan nanti dan hal-hal apa saja yang akan terjadi lalu dari pendidikan
itu sendiri cara mengantisipasinya dengan mempersiapkan generasi baru yang
penuh dengan ide-ide cemerlang, kemudian, bisa berwawasan seluas mungkin tetapi
tindakannya sederhana dan tidak perlu menghilangkan aksen dari negara itu
sendiri, terakhir dengan memperhatikan aspek nilai dan sikap, pengembangan
kebudayaan, dan pengembangan sarana pendidikan.
Semoga bermanfaat :)
Sumber :
Tirtarahadja, Umar dan S. L. La Sulo. 2010. Pengantar Pendidikan. Jakarta. Rineka
Cipta.
Berta, Nitasari. “Pengantar Pendidikan Definisi Tujuan Dan
Fungsi Pendidikan’. http://bertanitasari.blogspot.co.id/2014/12/pengantar-pendidikan-definisi-tujuan.html/ Diakses tanggal 25 Oktober 2016.
Gerungan, Raflen.
“Perkiraan Dan Antisipasi Terhadap Masyarakat Masa Depan”. http://raflengerungan.wordpress.com/korupsi-dan-pendidikan/perkiraan-dan-antisipasi-terhadap-masyarakat-masa-depan/ Diakses tanggal 25 Oktober 2016.
People,
Sontog. “Upaya Pendidikan dalam Mengantisipasi Terhadap Masa Depan.” http://fathurdbarcelonista.blogspot.co.id/2011/12/upaya-pendidikan-dalam-mengantisipasi.html/
Diakses tanggal 25 Oktober 2016.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar