Senin, 28 November 2016

Uraian Visi Untirta Berdasarkan Konsep Filosofis Immanuel Kant

SYIFA IFTIKHAR
NIM : 2285160033
Filsafat Pendidikan

Visi dari Untirta adalah ‘Terwujudnya Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Maju, Bermutu, Berkarakter dan Berdaya Saing dalam Kebersamaan Tahun 2025.’ Dimana berdasarkan visi tersebut ada penjelasannya. Pertama adalah ‘Maju’. Mengandung pengertian terwujudnya kondisi Untirta yang mengalami pertumbuhan, peningkatan dan perubahan secara berkelanjutan. Kedua adalah ‘Bermutu’. Mengandung pengertian tercapainya kualitas layanan yang memberikan kepuasan kepada pelanggan, lulusan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang menguasai Iptek (hard skill) dan, mampu berkolaborasi dan membangun jejaring (networking) dan berkomunikasi atau soft skill menuju kemajuan bangsa.
Ketiga adalah ‘Berdayasaing’. Mengandung pengertian terwujudnya suatu dorongan pada diri pendidik (dosen, tenaga kependidikan dan lulusan untuk memenangkan suatu persaingan (kompetisi), lebih berprestasi, memiliki keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif, berupaya lebih baik dari yang lain, tahan mmenghadapi berbagai kondisi, hambatan dan tantangan serta mampu beradaptasi dengan lingkungan. Keempat adalah ‘Berkarakter’. Mengandung arti tercapainya tenaga pendidik dan kependidikan serta lulusan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang menguasai iptek dengan menjunjung tinggi Kejujuran, Keadilan, Amanah, Berwibawa, Adil, Religius dan Akuntabel (JAWARA). Dan yang terakhir adalah dalam ‘Kebersamaan’. Dalam mewujudkan misi Untirta perlu terbangun komunikasi kerja di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa lebih mengutamakan semangat gotong royong, kolegial, saling pengertian, saling menghargai dan saling menghormati, sebagai sebuah tim kerja yang menjunjung tinggi solidaritas dan soliditas.
Dengan penguraian dari visi Untirta tersebut, dapat disederhanakan dalam :
1.      Apa yang saya harapkan? (What may I hope?) Harapan saya adalah semoga visi tersebut dapat terwujud secepatnya serta benar adanya.
Karena terkadang visi-visi seperti itu memiliki kemajuan yang lambat untuk diwujudkan. Tetapi, jika dilihat dari Untirta yang sekarang, (berhubung saya adalah mahasiwa baru) sudah banyak mengalami kemajuan. Mulai dari bangunan di kampus A, Pakupatan sudah benar-benar bagus dan halamannya sangat luas. Karena disana ada lima Fakultas yaitu, FEB (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), FAPERTA (Fakultas Pertanian), FH (Fakultas Hukum), dan FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik). Ruang kelas yang memadai untuk mahasiswa. Tetapi untuk masjid, menurut saya kurang luas karena banyaknya mahasiswa muslim yang shalat disana setiap harinya sehingga sering penuh sesak. Begitupun pasokan air yang terkadang kurang memadai. Untuk di kampus B, Cilegon. Kampus ini hanya khusus mahasiswa Teknik dan menurut saya, disana sangatlah maju dalam aspek bangunannya. Adanya peningkatan dan perubahan yang nyata. Semua tertata dengan apik. Saya berharap hal yang sama untuk kampus C, Ciwaru dan juga agar seluruh mahasiswa Untirta dapat melanjutkan visi dari Untirta tersebut serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
2.      Apa yang dapat saya ketahui? (What can I know?)
Yang dapat saya ketahui dari visi tersebut adalah, kita sebagai mahasiswa Untirta, khususnya saya dari jurusan Bimbingan dan Konseling harus bahu membahu membuat visi tersebut nyata. Di jurusan BK ini, saya dituntut harus bisa melakukan perubahan. Memiliki keterampilan lain sekreatif mungkin karena makin kedepan, daya saing di Indonesia semakin ketat dan siapa yang lebih unggul, dialah yang satu langkah di depan. Begitupun dengan karakter. Jurusan Bimbingan dan Konseling, tidak hanya memanfaatkan ilmu sebagai pegangan. Tetapi karakter juga penting. Karena kita hidup bersosialisasi dengan masyarakat luas yang memiliki sifat serta kebudayaan masing-masing sehingga singkatan JAWARA, haruslah diterapkan dengan sangat baik, dimulai dari diri kita sendiri.
3.      Apa yang seyogyanya saya lakukan? (What should I do?)
Yang seyogyanya saya lakukan adalah sebagai mahasiwa Untirta jurusan Bimbingan dan Konseling, mengikuti kegiatan positif seperti ekstrakulikuler di kampus, mengikuti organisasi, sopan santun, menjaga keramahan di semua tempat, berdaya saing yang sehat, menjaga nama baik kampus, menjalankan peraturan dan menaati tata tertib yang ada. Serta tidak melanggarnya. Harus ikut serta memajukan Untirta agar bisa lebih baik lagi dari sebelumnya.
4.      Apa/siapakah manusia itu? (What is man?)

Manusia adalah ciptaan Allah SWT. yang sudah sangat sempurna. Mereka memiliki akal dan perasaan. Mereka harus bisa menyejajarkan antara akal dan perasaan. Walau kini, masih banyak manusia yang lebih menggunakan akal dibanding perasaan. Sifat liar yang hanya berlandaskan akal seperti halnya hewan sudah sering terjadi akhir-akhir ini. Perasaan hanya dimiliki oleh manusia-manusia pemikir yang bijaksana. Dan akhirnya, terjadi banyak kesenjangan, penyimpangan dan juga lupa akan tata krama. Sebagai mahasiswa Untirta dan juga bertindak sama seperti manusia yang lainnya di luar lingkungan kampus, kita harus mengenal siapa diri kita sebenarnya. Lewat bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain, menggunakan sopan santun dengan benar, dan jangan lupakan etika. Karena itu sangatlah penting. Di jurusan Bimbingan dan Konseling, kita diajarkan untuk tidak langsung men-judge seseorang. Terlebih hanya dengan sekadar melihat. Kita perlu cermat, serta teliti dan tidak terburu-buru dalam mengambil kesimpulan. Karena kembali ke hakekatnya, sifat dan tindakan setiap manusia sangatlah berbeda. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar