Jumat, 30 Desember 2016

Bintik Merah Planet Jupiter




Sudah sejak lama ilmuwan dibuat penasaran dengan 'Giant Red Spot' atau biasa dikenal dengan bintik merah raksasa Jupiter. Tidak hanya akibat ukuran super besarnya, tetapi juga warna merahnya. Kini semua misteri itu telah terungkap.
Seperti yang telah dinyatakan oleh ilmuwan sebelumnya, bintik merah raksasa Jupiter sejatinya adalah pusaran badai berukuran hingga dua kali bumi kita. Bahkan, badai itu diklaim sebagai yang terbesar di tata surya kita dan terkuat dengan kecepatan hembusan hingga ratusan mil per jam. Luar biasa bukan?



Bintik merah Jupiter mendapatkan namanya dari pola warna merahnya yang diselubungi oleh kombinasi warna lain seperti kuning, oranye, dan putih. Ternyata, warna merah itu muncul akibat sebuah reaksi kimia yang terjadi pada gas yang ada di dalam badai itu setelah terkena sinar matahari.
Sederhananya, bintik merah tersebut bisa diibaratkan sebagai sebuah bekas 'sunburn' atau sengatan matahari. Para ilmuwan dari NASA berhasil sampai ke kesimpulan itu setelah melakukan percobaan simulasi gas yang mirip dengan yang ada di planet Jupiter.
Kelompok ilmuwan yang bernama Cassini itu menggabungkan dua buah gas yang diketahui terdapat di Jupiter seperti amonia dan acetylene.Kemudian, mereka menembaknya dengan sinar ultraviolet sebagai 'perwakilan' dari matahari. Hasilnya, gas-gas tersebut terurai dan menghasilkan warna kemerah-merahan yang sama dengan bintik merah Jupiter.
Tetapi, penemuan dari tim Cassini ini masih berseberangan dari teori awalTyang lebih dulu menyatakan bila warna merah dari bintik raksasa Jupiter itu muncul akibat perpindahan gas-gas penyusun Jupiter yang berubah-ubah akibat pusaran badai di dalamnya. Tim Cassini berpendapat bila hal itu yang terjadi, seharusnya seluruh planet akan berubah menjadi merah karena Jupiter terbentuk seluruhnya dari gas yang memungkinkan perpindahan gas di seluruh belahan planet.
Lebih lanjut, Kevin Baines yang merupakan salah satu ilmuwan tim Cassini menambahkan bila efek ketinggian lah yang berpengaruh terhadap munculnya warna merah itu. Tim Cassini yakin semakin tinggi awan badai bintik raksasa Jupiter, maka akan semakin banyak partikel gas amonia yang diterbangkan ke atmosfer. Hal ini meningkatkan kemungkinan kontak gas amonia dengan sinar ultraviolet dari matahari. Sehingga hanya bagian itu saja yang warnanya bisa memerah.


Semoga bermanfaat :) 



Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar