Senin, 26 Desember 2016

Energi Nuklir, Energi Masa Depan


     Energi merupakan kebutuhan yang setara dengan kebutuhan sehari-hari yang biasa kita butuhkan, dan sepertinya kebutuhan akan energi merupakan sebuah isu yang begitu mengemuka. Tidak hanya berkaitan dengan konsumsi energi untuk menjaga kelangsungan hidup manusia, tetapi juga berkaitan dengan keterbatasan sumber daya alam (SDA) dan efek penggunaan SDA penghasil energi tersebut. Berbagai kebijakan dan terobosan telah dilakukan agar terciptanya keseimbangan antara suplai dan kebutuhan masyarakat dunia akan energi, ketersediaan SDA yang dapat memproduksi energi, dan minimalisasi dampak eksplorasi SDA terhadap lingkungan.
     Penggunaan energi nuklir bukan hanya karena teknologi yang dibangun, komersial, dan kompetitif secara market ekonomi, tetapi juga karena sudah menjadi sebuah kebijakan negara dan bahkan sudah menjadi kebijakan global seluruh dunia. Maka dari itu, pembangunan reaktor nuklir harus dikaji dari berbagai aspek dan multidisiplin ilmu. Kesan yang selama ini terhadap nuklir adalah identik dengan senjata dan perang, atau yang erhubungan dengan kecelakaan dan radiasi nuklir. Hal ini mungkin tidak salah, tetapi kurang tepat kalau secara langsung menghubungkan seperti permasalahan di atas.
     Ada tiga isu penting dan utama, yaitu “nuclear safety” yaitu keselamatan reaktor nuklir yang mengestimasi risiko pada kecelakaan reaktor yang tadinya tinggi menjadi rendah, dengan usaha keras pada pemeliharaan keselamatan reaktor, manajemen keselamatan dan sumber daya manusianya. “Nuclear non-proliferation” yaitu pembatasan penggunaan bahan nuklir dengan pengaturan dan pembatasan penggunaan bahan bakar nuklir hars dijamin baik optimasi teknis dan hal yang berbau politik internasional. “Radioactive waste management” yaitu pengaturan sampah radioaktif. Walaupun sampah radioaktif per unit produksi listrik dari pembangkit tenaga nuklir adalah relatif kecil, namun toksik pada sampah tersebut perlu direduksi serendah mungkin, agar terhindar dari serangan teror dan penerimaan publik secara baik.
     Terakhir, adalah keuntungan jika menggunakan pembangkit tenaga nuklir adalah seperti tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca, tidak mencemari udara karena tidak menghasilkan gas seperti CO, S20, aerosol, merkuri (Hg), NO, partikulat atau asap fotokimia. Lalu, sedikit menghasilkan limbah padat, biaya bahan bakar rendah.
     Sedangkan kerugiannya bisa berupa risiko kecelakaan nuklir yaitu kecelakaan terbesar atau Chernobyl, dikarenakan tidak memiliki bangunan pelindung. Dan, limbah nuklir yaitu limbah radioaktifnya yang tinggi dapat bertahan hingga ribuan tahun.

Semoga bermanfaat :) 



Sumber :

Rahardjo, Sentot Budi dan Ispriyanto. 2014. Buku Siswa Kimia Berbasis Eksperimen Untuk Kelas XII SMA dan MA. Jakarta: TIGA SERANGKAI. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar