Energi merupakan kebutuhan yang setara
dengan kebutuhan sehari-hari yang biasa kita butuhkan, dan sepertinya kebutuhan
akan energi merupakan sebuah isu yang begitu mengemuka. Tidak hanya berkaitan
dengan konsumsi energi untuk menjaga kelangsungan hidup manusia, tetapi juga
berkaitan dengan keterbatasan sumber daya alam (SDA) dan efek penggunaan SDA
penghasil energi tersebut. Berbagai kebijakan dan terobosan telah dilakukan
agar terciptanya keseimbangan antara suplai dan kebutuhan masyarakat dunia akan
energi, ketersediaan SDA yang dapat memproduksi energi, dan minimalisasi dampak
eksplorasi SDA terhadap lingkungan.
Penggunaan energi nuklir bukan hanya karena
teknologi yang dibangun, komersial, dan kompetitif secara market ekonomi,
tetapi juga karena sudah menjadi sebuah kebijakan negara dan bahkan sudah
menjadi kebijakan global seluruh dunia. Maka dari itu, pembangunan reaktor
nuklir harus dikaji dari berbagai aspek dan multidisiplin ilmu. Kesan yang
selama ini terhadap nuklir adalah identik dengan senjata dan perang, atau yang
erhubungan dengan kecelakaan dan radiasi nuklir. Hal ini mungkin tidak salah,
tetapi kurang tepat kalau secara langsung menghubungkan seperti permasalahan di
atas.
Ada tiga isu penting dan utama, yaitu “nuclear safety” yaitu keselamatan
reaktor nuklir yang mengestimasi risiko pada kecelakaan reaktor yang tadinya
tinggi menjadi rendah, dengan usaha keras pada pemeliharaan keselamatan
reaktor, manajemen keselamatan dan sumber daya manusianya. “Nuclear non-proliferation” yaitu pembatasan penggunaan bahan
nuklir dengan pengaturan dan pembatasan penggunaan bahan bakar nuklir hars
dijamin baik optimasi teknis dan hal yang berbau politik internasional. “Radioactive waste management” yaitu
pengaturan sampah radioaktif. Walaupun sampah radioaktif per unit produksi
listrik dari pembangkit tenaga nuklir adalah relatif kecil, namun toksik pada
sampah tersebut perlu direduksi serendah mungkin, agar terhindar dari serangan
teror dan penerimaan publik secara baik.
Terakhir, adalah keuntungan jika
menggunakan pembangkit tenaga nuklir adalah seperti tidak menghasilkan emisi
gas rumah kaca, tidak mencemari udara karena tidak menghasilkan gas seperti CO,
S20, aerosol, merkuri (Hg), NO, partikulat atau asap fotokimia.
Lalu, sedikit menghasilkan limbah padat, biaya bahan bakar rendah.
Sedangkan kerugiannya bisa berupa risiko
kecelakaan nuklir yaitu kecelakaan terbesar atau Chernobyl, dikarenakan tidak memiliki bangunan pelindung. Dan,
limbah nuklir yaitu limbah radioaktifnya yang tinggi dapat bertahan hingga
ribuan tahun.
Semoga
bermanfaat :)
Sumber
:
Rahardjo,
Sentot Budi dan Ispriyanto. 2014. Buku
Siswa Kimia Berbasis Eksperimen Untuk Kelas XII SMA dan MA. Jakarta: TIGA
SERANGKAI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar