Minggu, 18 Desember 2016

Poliglot


        Merupakan sebutan untuk orang-orang yang memiliki kemampuan menguasai banyak bahasa. Poliglot sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu, ‘polglttos’ yang artinya banyak-lidah. Poly berarti ‘banyak’ dan glotta artinya ‘lidah’. Menurut Meriam Webster, istilah poliglot pertama kali disebut pada tahun 1645. Perbedaannya dengan lingustik terletak pada pengertian dari masing-masing istilah tersebut. Linguistik adalah ilmu yang mengkaji bahasa apapun tidak terbatas contohnya pada penyusunan kamus dan penerjemahan   
Poliglot sendiri sering disebut multibahasa. Seorang Ahli Bahasa, Richard Hudson memberikan istilahnya pada seseorang yang menguasai lebih dari enam bahasa yaitu ‘hiperpoliglot’. Belum ada penjelasan tentang batasan jumlah bahasa seseorang yang dikatakan sebagai ‘poliglot’, ada yang mengatakan antara empat sampai lebih. Karena penutur dua atau tiga bahasa biasanya disebut dwibahasa (bilingual) dan tribahasa (trilingual).
Oleh karena itu, terbentuklah komunitas Poliglot di daerah Yogyakarta, Indonesia yang dibuat untuk bagi penggemar bahasa yang sudah menguasai atau sedang mempelajari beberapa bahasa. Terinspirasi dari Poliglotclub di Paris, Monis Pandhu dan Sandya Rani Kartosengodjo selaku pendiri komunitas tersebut ingin agar memperbanyak jam praktik penggunaan bahasa asing yang sedang dipelajari dalam suasana yang santai dan menyenangkan.
Mereka mengadakan pertemuan poliglot pertama kali pada Agustus 2010. Namun, karena di tahun 2011 kegiatan poliglot tersebut dirasa kurang aktif, sebab beberapa koordinator komunitas tersebut melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Arradi Nur Rizal yang berdomisili di Stockhlom, Swedia, juga memiliki ide untuk mengadakan pertemuan antar teman yang serupa. Di awal tahun 2012, terbentuklah Poliglot Indonesia dengan koordinator yang ada di setiap kota.
Tersebar di enam kota yaitu, Jakarta, Bandung, Aceh, Yogyakarta, Surabaya, dan Semarang, saat ini Poliglot Indonesia sudah berkembang pesat. Apalagi dengan adanya sosial media Facebook, tak jarang warga negara asing juga menjadi pengikut. Latar belakang profesi yang tergabung dalam Poliglot Indonesia juga bervariasi, mulai dari wirausahawan, pegawai Kementrian Luar Negeri, pelajar, aktivis lembaga swadaya masyarakat, sampai dosen.
Anggota dan koordinator Poliglot Indonesia rata-rata mempelajari dan menggunakan lima bahasa. Pendiri Poliglot Indonesia, Rizal, mengatakan bahwa ada seseorang di komunitasnya yang bernama Vremita. Perempuan tersebut bisa berbicara dalam sebelas bahasa.
Kegiatan Poliglot Indonesia bukan hanya belajar bahasa. Mereka juga saling bertukar informasi positif, seperti, info beasiswa, kegiatan-kegiatan kebudayaan, info akademis, info travel, dan tentu saja untuk melebarkan tali peremanan. Komunitas ini mempertemukan mereka dengan orang-orang asing yang mana membuat bahasa Indonesia disegani dan bahkan dipelajari.
Jadi, selain bisa mendapat teman dari negara lain, sekaligus juga dapat mendapat partner untuk saling mengajarkan bahasa. Ditambah pertemuan yang dibuat santai serta menyenangkan. Menurut Rizal, tidak ada perlakuan intimidasi terhadap anggota baru dari anggota lain yang sudah mahir. 

Semoga bermanfaat :)



Sumber :
Kosasih, Engkos. 2013. Cerdas Bebahasa Indonesia Jilid Satu. Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama.
Dirangkum dari Okezone.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar