Senin, 26 Desember 2016

Rangkuman Unsur-Unsur Radioaktif


     Penemuan sinar X oleh G.W. Roentgen menarik perhatian para ilmuwan termasuk Henry Bacquerel. Menurut Bacquerel radiasi sinar X meerupakan bagian emisi fluoresensi dari kaca tabung sinar katode dan sinar X dapat diemisi oleh fluoresen yang lain. Bacquerel menemukan bahwa radiasi radioaktif tidak ada hubungannya dengan peristiwa fluoresensi, akan tetapi sifat dari uranium.
     Banyak dari para ahli yang tertarik menyelidiki lebih lanjut penemuan Becquerel. Ernest Rutherford mendapatkan dua jenis sinar yang sama-sama memiliki perbedaan daya tembus dan ditandai sebagai radiasi alfa (α) dan radiasi beta (β). Setelah dilewatkan melalui suatu medan magnet di antra dua pelat yang bermuatan, terbukti jika sinar α muatannya positif sedangkan sinar β bermuatan negatif.
     Pada tahun 1900, P. Villard menemukan radiasi tipe tiga, yaitu sinar gama (γ) yang memiliki daya tembus lebih besar daripada sinar α dan β. Radiasi γ tidak dibelokkan oleh medan magnet maupun medan listrik, yang berarti radiasi γ tidak bermuatan.
     Saat Rutherford menyelidiki sifat-sifat partikel α di tahun 1909 yaitu atom ternyata memiliki inti atom yang sangat kecil. Inti atom terdiri atas proton dan neutron. Suatu inti atom yang ditandai dengan jumlah proton dan neutron tertentu disebut nuklida.
     Suatu informasi yang menarik tentang struktur inti adalah hubungan antara perbandingan neutron dan proton (n/p) dengan kestabilan nuklidanya. Jika jumlah protonuntuk nuklida-nuklida yang satbil dibuat grafik maka akan diperoleh pita kestabilan. Karena kesatbilan nuklida jika nomor atomnya kecil (<20) dan perbandingan n/p = 1. Nuklida-nuklida yang perbandingan n/p-nya di luar pita kestabilan bersifat tidak stabil dan disebut nuklida radioaktif.
     Nuklida tersebut akan menyesuaikan perbandingan n/p-nya agar stabil. Nuklida yang memiliki n/p > 1, akan berusaha mengurangi neutron dan menambah proton agar stabil. Sedangkan nuklida dengan perbandingan n/p < 1, akan berusaha mengurangi proton dan menambag neutron agar stabil.
     Proses perubahan nuklida radioaktif menjadi nuklida lain disebut peluruhan. Unsur-unsur yang memiliki nomor atom ≥ 83 berada di atas pita kestabilan. Dalam usaha mencapai kestabilannya, unsur-unsur tersebut akan mengemisi radiasi, berupa emisi alfa (α), emisi beta (β) atau emisi gama (γ). Kecepatan peluruhan nuklida radioaktif mengikuti kinetika orde satu dan tidak dipengaruhi oleh perubahan temperatur atau pun tekanan, tetapi hanya bergantung pada banyaknya nuklida yang tidak stabil. Waktu yang diperlukan untuk zat radioaktif agar meluruh sehingga zat radioaktif tersebut yang tertinggal hanya separuh bagiannya, dan itu disebut paruh waktu (t½).
     Isotop radioaktif atau disebut juga radioisotop dapat digunakan untuk analisis, pelacak/perunut, sumber energi, dan kepentingan industri. 

Semoga bermanfaat :)



Sumber :

Rahardjo, Sentot Budi dan Ispriyanto. 2014. Buku Siswa Kimia Berbasis Eksperimen Untuk Kelas XII SMA dan MA. Jakarta: TIGA SERANGKAI. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar