Jumat, 30 Desember 2016

Makna Tersirat dari Serial Daredevil


Saat ini serial-serial televisi sedang berada dalam masa emasnya. Mulai menjamurnya layanan streaming di Indonesia. Netfix, Iflix, dan Hooq adalah contoh dari media layanan streaming yang mulai memenuhi dunia pertelivisian di Indonesia. Mereka adalah bukti Mulai diakuinya berbagai serial televisi yang bagus di luar sana dan mungkin mengancam industri tv di Indonesia. Saya tidak akan membahas hal tersebut, tetapi serial-serial tv yang merka bawa memamng benar- benar bagus dalam semua aspek. Cerita, akting, sampai cinematography digarap dengan baik dan bukan asal-asalan.
Saya sendiri mulai mencoba menggunakan salah satu dari tiga produk tersenut. Mulai menonton salah satu serial yang berjudul Daredevil da yang berisi 13 episode. Saya tidak akan mengulas  serial tersebut  namun saya akan membahas bagaimana serial tersebut menarik perhatian saya. Pahlawan. Satu kata yang cukup kita sering dengar, melawan para penjahat yang ingin menghancurkan tempat kita tinggal. Daredevil membawa tema pahlawan ke ranah yang lain, bagaimana jika justru kita lebih tertarik pada tokoh antagonis-nya?
Bagaimana jika kedua pihak menginginkan dunia yang lebih baik? Daredevil  sebagi tokoh utama justru seperti tenggelam oleh pesona antagonisnya yang bernama kingpin. Daredevil memang bukan pahlawan penobar pesona. Kingpin yang memeiliki nama asli Wilson Fisk ditampilkan Buas dalam segala hal. Namun berjalannya episode ada bagian yang menunjukan bahwa trauma-lah yang menjadikannya seperti itu. Ia seperti saya jelaskan memiliki tujuan yang sama namun Kingpin memiliki cara yang berbeda dengan manusia tanpa rasa takut.
Satu hal lain yang saya suka dari serial ini adalah semua hal ditampilkan se-realistis mungkin. Inilah yang menyebabkan para karakter-karakter seolah berada tidak  jauh dari kita. Merelakan apa yang kita miliki adalah pesan yang saya dapat dari serial ini. Kadang kala kita masih enggan meberikan hal yang kita punya meskipun hanya senyuman.
Hal ini terjadi pada anbad milenial ini Kalu kita ingin yang baik, maka berikanlah  yang terbaik pula Jangan menilai orang dari tampilan luarnya adalah pesan lain dari serial ini. Stereotype di sekitar kita ,masih begitu kuat sehingga masih jamak melihat kejahatan hanya berdasarkan SARA.


Semoga bermanfaat :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar