Kamis, 29 Desember 2016

Lebih Jauh Mengenal Kapal Selam


              Jauh sebelum kapal selam ditemukan, bahkan sebelum konsep kapal selam seperti yang ada sekarang ini dipikirkan, Jules Verne dalam salah satu karya fiksi ilmiahnya yang berjudul "20.000 Leagues under the Sea", menyebutkan sebuah kapal yang dinamai dengan Nautilus, yang dapat berjalan di bawah dan di permukaan laut. Tidak hanya itu, dia juga menjelaskan secara detail, bagaimana cara kapal selam tersebut dapat bekerja. Bahkan, prinsip kerja yang dipakai kapal selam saat ini menggunakan teknologi yang sama persis seperti yang terdapat pada kapal Nautilus dalam karangan Verne.
              Salah satu kapal selam yang pertama dibuat pada sekitar tahun 1620-an oleh seorang berkebangsaan Belanda bernama Cornelius van Drebbel. Tidak banyak yang diketahui dari kapal selam buatan Drebbel ini, menurut jurnal yang ia tulis, kapal selam yang ia buat hanya sebuah perahu dayung biasa yang kemudian ditutupi dengan kulit tahan air. Kapal digerakkan dengan tenaga manusia, dimana 12 orang bertugas mendayung kapal untuk bergerak melalui air.
              Kapal ini dapat menyelam hingga kedalaman sekitar 4,5 meter dan dapat menyelam sejauh 8 kilometer sebelum harus muncul kembali ke permukaan. Kapal selam ini memiliki beberapa lubang sehingga cahaya dapat masuk ke dalam kapal. Teknologi kapal selam telah berubah banyak sejak penemuan Drebbel ini. Saat ini beberapa kapal selam ada yang mencapai ukuran dua kali panjang lapangan sepak bola (200 m) dan dapat membawa lebih dari 150 awak kapal. Juga ada kapal selam bertenaga nuklir yang dapat tinggal di bawah air selama beberapa bulan tanpa muncul ke permukaan.
              Kapal selam di desain memiliki tanki balast (trim), Tanki balast berfungsi menyimpan udara dan air. Ketika kapal selam siap untuk menyelam, katup-katup besaryang dikenal sebagai “kingstons”, yang terletak di dasar tangkibalas, dibuka untuk membiarkannya masuk ke laut. Udara di dalam tangki keluar melalui katup-katup pada bagian atas, yang dikenal sebagai “lubang-lubang angin”. Kapal selam itu masuk ke dalam air. Ketika kapal selam siap untuk muncul ke permukaan, lubang-lubang angin ditutup dan tekanan udara didorong masuk ke dalam tangki-tangki. Hal ini meniup air kembali melalui kingstons, dan kapal selam itu pun naik.
              Dapat dikatakan bahwa tangki ballast ketika berisi udara berfungsi sebagai pelampung kapal selam sehingga kapal selam dapat terapung. Syarat benda dapat melayang di dalam air adalah ketika gaya apung benda sama besar dengan berat benda tersebut. Kapal selam ketika akan menyelam, membuka katup air  dan menutup katup udara sehingga air laut masuk ke dalam tangki ballast dan membuat berat kapal selam bertambah serta tenggelam hingga ke kedalaman yang diinginkan. Karena masih memiliki udara dari tangki kompresor udara, kapal selam dapat menyeimbangkan gaya apung dengan beratnya. Namun, kapal selam akan pecah dan hancur jika terlalu dalam menyelam karena sesuai prinsip tekanan hidrostatis yaitu, semakin dalam masuk ke dalam air maka tekanan hidrostatisnya akan semakin besar.

Semoga bermanfaat :) 



Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar