Minggu, 25 Desember 2016

Musim “Influenza” di Musim Tak Menentu


                 Kita telah mengetahui bahwa sebentar lagi kita akan memasuki musim pancaroba yang sangat tak menentu dan seperti tak terkendali. Dan, penyakit umum yang sering terjadi di saat-saat seperti ini adalah Influenza. Suatu penyakit pilek, demam, bersin dan sakit kepala di saat yang bersamaan dikarenakan pula oleh virus influenza.
                 Hal tersebut mengganggu aktivitas sehari-hari sehingga menurunkan produktivitas penderita. Meski penyebaran virus terus terjadi, hal tersebut dinilai tidak menimbulkan dampak buruk yang signifikan bagi kesehatan. Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama, Indonesia dan sebagian besar negara di Asia termasuk kelompok negara dengan dampak akibat influenza tidak besar sehingga tak telalu mempersoalkan penyakit itu.
                 Sebaliknya, bagi negara yang memiliki empat musim terutama Eropa, mengalami peningkatan. Hal ini merupakan catatan dari kantor regional Eropa pada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Padahal virus yang menyebar jenisnya sama yaitu influenza A (H1N1pdm09), influenza A (H3N2), dan influenza B. Setiap tahu, epidemi bermula di Perancis, Belanda, Portugal, Spanyol, dan Inggris. Bahkan negara-negara tersebut melaporkan adanya kematian pada usia lanjut dan virusnya yang menyerang pernapasan atas.
                 The Wall Street Journal menulis, ada 12.279 kasus infeksi flu di Jerman sepekan terakhir Februari yang tertingi dibandingkan dengan minggu-minggu lain tahun ini. Di sisi lain, ada penurunan efektivitas vaksin influenza yang secara global seragam. Contohnya, Amerika. Di musim dingin ini hanya 20 persen padahl di musim dingin sebelumnya 60 persen.
                 Belum ada kesimpulan pasti mengenai virus influenza yang begitu merebak pada musim dingin di Eropa, sedangkan negara-negara tropis tak pernah dominan. Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementrian Kesehatan, Sigit Priohutomo, mengatakan jika kemungkinan hal tersebut karena cuaca dingin yang membuat virus tersebut bertahan lebih lama dibanding daerah tropis.
                 Tjandra mengatakan jika virus influenza A (H3N2) adalah virus yang dominan di bulan Januari ini dan Februari 2015 ini. dokter spesialis penyakit dalam dari Divisi Alergi Imunologi Klinik Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo, Iris Renggaris, mengatakan karena tak signifikan di Indonesia, vaksin influenza bersifat pilihan.
                 Maka dari itu, dalam memasuki musim tak menentu ini diharapkan untuk warga di Indonesia selalu siap dan menjaga daya tahan tubuh dengan cara mengkonsumsi makanan bergizi dan seimbang dan biasakan lingkungan sekitar kita bersih, khususnya cuci makan dengan sabun sebelum makan dan sehabis memegang benda-benda.

Semoga bermanfaat :) 



Sumber :
Anggraini, Nita Dewi dkk. 2013. Bahasa Indonesia SMA/MA dan SMK/MAK Kelas XII Semester 1. Jakarta: Viva Pakarindo.

Koran Kompas, edisi 2 April 2015. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar