Kita telah mengetahui bahwa
sebentar lagi kita akan memasuki musim pancaroba yang sangat tak menentu dan
seperti tak terkendali. Dan, penyakit umum yang sering terjadi di saat-saat
seperti ini adalah Influenza. Suatu penyakit pilek, demam, bersin dan sakit
kepala di saat yang bersamaan dikarenakan pula oleh virus influenza.
Hal tersebut mengganggu
aktivitas sehari-hari sehingga menurunkan produktivitas penderita. Meski
penyebaran virus terus terjadi, hal tersebut dinilai tidak menimbulkan dampak
buruk yang signifikan bagi kesehatan. Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan
Kesehatan Kementrian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama, Indonesia dan sebagian
besar negara di Asia termasuk kelompok negara dengan dampak akibat influenza
tidak besar sehingga tak telalu mempersoalkan penyakit itu.
Sebaliknya, bagi negara yang
memiliki empat musim terutama Eropa, mengalami peningkatan. Hal ini merupakan
catatan dari kantor regional Eropa pada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Padahal virus yang menyebar jenisnya sama yaitu influenza A (H1N1pdm09),
influenza A (H3N2), dan influenza B. Setiap tahu, epidemi bermula di Perancis,
Belanda, Portugal, Spanyol, dan Inggris. Bahkan negara-negara tersebut
melaporkan adanya kematian pada usia lanjut dan virusnya yang menyerang
pernapasan atas.
The Wall Street Journal menulis, ada 12.279 kasus infeksi flu di
Jerman sepekan terakhir Februari yang tertingi dibandingkan dengan
minggu-minggu lain tahun ini. Di sisi lain, ada penurunan efektivitas vaksin
influenza yang secara global seragam. Contohnya, Amerika. Di musim dingin ini
hanya 20 persen padahl di musim dingin sebelumnya 60 persen.
Belum ada kesimpulan pasti
mengenai virus influenza yang begitu merebak pada musim dingin di Eropa,
sedangkan negara-negara tropis tak pernah dominan. Direktur Pengendalian
Penyakit Menular Langsung Kementrian Kesehatan, Sigit Priohutomo, mengatakan
jika kemungkinan hal tersebut karena cuaca dingin yang membuat virus tersebut
bertahan lebih lama dibanding daerah tropis.
Tjandra mengatakan jika virus
influenza A (H3N2) adalah virus yang dominan di bulan Januari ini dan Februari
2015 ini. dokter spesialis penyakit dalam dari Divisi Alergi Imunologi Klinik
Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo, Iris Renggaris, mengatakan karena
tak signifikan di Indonesia, vaksin influenza bersifat pilihan.
Maka dari itu, dalam memasuki
musim tak menentu ini diharapkan untuk warga di Indonesia selalu siap dan
menjaga daya tahan tubuh dengan cara mengkonsumsi makanan bergizi dan seimbang
dan biasakan lingkungan sekitar kita bersih, khususnya cuci makan dengan sabun
sebelum makan dan sehabis memegang benda-benda.
Semoga
bermanfaat :)
Sumber :
Anggraini,
Nita Dewi dkk. 2013. Bahasa Indonesia
SMA/MA dan SMK/MAK Kelas XII Semester 1. Jakarta: Viva Pakarindo.
Koran
Kompas, edisi 2 April 2015.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar