Minggu, 18 Desember 2016

Operasi “Tanpa” Gravitasi Bumi


          Pada umumnya, operasi dilakukan di tempat yang sangat stabil, dan bahkan sama sekali bebas guncangan. Bagaimana jika operasi harus dilakukan di ruang angkasa, tepatnya pada pesawat antariksa, atau mungkin ketika terjadi gempa bumi?
          Akhir September 2006 lalu, tim yang terdiri dari lima ahli bedah asal Perancis dengan ketua bernama Martin menjawab tantangan tersebut. Mereka melakukan uji coba pembedahan yang sebenarnya pada seseorang di pesawat terbang. Bayangkan saja, ruang pesawat terbang tersebut seketika berubah menjadi ruang operasi atau kamar operasi yang higienis dan steril. Kamar tersebut dilengkapi dengan peralatan operasi khusus, di mana tiap perangkat mengandung magnet, sehingga bisa tetap pada posisi dan tidak ikut ‘terbang’ kesana kemiri, terutama ketika pesawat berada pada kondisi yang nyaris tanpa gravitasi bumi (zero gravity).
          Pesawat terbang tersebut ada pada ketinggian 6500 m sampai 8500 m. Untuk memperoleh zero gravity, secara total pesawat harus terguncang menukik, dan naik turun ibarat sedang bermain roller coaster sebanyak 22 kali. Bahkan, manuver bagai lengkung parabola itu harus mereka lakukan hingga mencapai titik yang bisa dikatakan tidak adanya gravitasi.
          Dan yang sungguh mengejutkan, operasi justru dilakukan oleh para dokter selama rentang waktu pesawat dalam posisi “terpental-pental”. Pasien yang menderita tumor ringan di lengan telah dibius sesaat sebelum pesawat tinggal landas. Operasi pengangkatan tumor ringan itu sendiri hanya memerlukan waktu sekitar 11 menit dari total sekitar 3 jam, pesawat Airbus 300 “Zero-G” melayang-layang di langit Perancis.
          Menurut Martin, tantangan berikutnya adalah melakukan pembedahan dengan robot yang dikendalikan dari bawah menggunakan satelit. Operasi ini dilakukan jika sedang berada di ruang angkasa. Jika ini berhasil dilakukan, para astronot yang memerlukan operasi tidak perlu menghabiskan waktu beberapa hari hanya untuk kembali ke bumi dan melakukan operasi. Pengobatan jarak jauh dan pembedahan jarak jauh dapat dilakukan dari bumi. Menurut para ahli, perangkat ini bisa digunakan dalam kondisi darurat di beberapa lokasi sulit, seperti di dalam gua atau gedung yang sedang terkena guncangan dahsyat gempa.

Semoga bermanfaat :)


Sumber :
Kanginan, Marthen. 2013. Fisika 1 untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga.
Koran Kompas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar