Minggu, 25 Desember 2016

Yuk, Cegah Kanker Payudara!


          Bulan Oktober adalah bulan peduli kanker payudara sedunia atau World Breast Cancer Awareness. Di bulan Oktober, para wanita diingatkan untuk lebih peduli pada diri sendiri dengan mendeteksi tubuh lebih baik lagi. Dengan lebih peduli pada tubuh, ternyata wanita dapat menyelamatkan hidupnya.
          Untuk sosialisasi pemeriksaan kanker payudara sendiri sudah bertahun-tahun dilakukan, tapi tetap saja proses yang paling sederhana itu masih jarang dilakukan. Kebanyakan pasien kanker payudara yang datang ke dokter, awalnya mengeluh karena nyeri dan adanya benjolan atau luka pada payudara, serta keluarya darah dari puting susu. Namun, tahukah kalian jika sudah seperti ini justru merupakan tanda-tanda kanker payudara yang sudah parah? Dan terlebih lagi, dokter spesialis tidak akan membiarkan kanker tersebut untuk langsung dioperasi.
         Mungkin hal pertama yang dirasakan untuk penyakit kanker payudara adalah tidak ada rasa nyeri, benjolan, atau pun luka, tapi yang terlihat hanyalah perubahan yang signifikan pada payudara. Dokter spesialis bedah Pusat Onkologi Satu Atap (POSA) RSUD Dr. Soetomo, menekankan pada para wanita agar rutin memeriksa pada payudara ketika mandi atau sebelum mengenakan bra untuk mengetahui adanya perubahan sekecil apapun itu.
          Jika terlihat adanya perubahan walaupun kecil, segera konfirmasikan ke dokter. Sehingga operasi sedini mungkin bisa dilakukan dan ada harapan untuk hidup lebih besar.
          Menurut dr. Hantoro Ishardyanto SpB(K) Onk, pasien kanker payudara sekarang sudah mengalahkan pasien dengan kanker serviks. Padahal kanker serviks sempat menjadi penyebab kematian utama wanita. Dan yang lebih mengejutkan lagi, usia penderitanya juga semakin muda. Dulu didominasi wanita usia 40-50 tahun, tapi sekarang wanita usia 30 tahun.
          Sekarang, satu dari delapan perempuan akan mengalami kanker payudara pada masa hidupnya. Setiap 13 menit ada satu wanita yang meninggal dunia karena kanker payudara. Hal ini terjadi karena kanker payudara berbeda dengan kanker serviks. Jika kanker serviks bisa diketahui penyebab dan cara pencegahannya, kanker payudara tidak. Setidaknya hanya 20 persen yang sudah diketahui penyebabnya yaitu faktor turunan, jika ibunya pengidap kanker maka anaknya dua kali lebih besar kemungkinannya akan mudah memiliki kanker payudara dan gaya hidup.
         Mulai dari sekarang, pastikan ubah gaya hidup kita untuk menjadi lebih sehat lagi. Diawali dengan mengatur pola makan, perbanyak olahraga, dan tidak merokok. Karena sebenarnya 80 persen dugaan seorang wanita terkena kanker payudara dapat dicegah dengan perubahan pola hidup dan screening.

Semoga bermanfaat :) 



Sumber :

Artikel KoranTribun News, edisi 12 Oktober 2016. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar