Bulan Oktober adalah bulan peduli
kanker payudara sedunia atau World Breast
Cancer Awareness. Di bulan Oktober, para wanita diingatkan untuk lebih
peduli pada diri sendiri dengan mendeteksi tubuh lebih baik lagi. Dengan lebih
peduli pada tubuh, ternyata wanita dapat menyelamatkan hidupnya.
Untuk sosialisasi pemeriksaan kanker
payudara sendiri sudah bertahun-tahun dilakukan, tapi tetap saja proses yang
paling sederhana itu masih jarang dilakukan. Kebanyakan pasien kanker payudara
yang datang ke dokter, awalnya mengeluh karena nyeri dan adanya benjolan atau
luka pada payudara, serta keluarya darah dari puting susu. Namun, tahukah
kalian jika sudah seperti ini justru merupakan tanda-tanda kanker payudara yang
sudah parah? Dan terlebih lagi, dokter spesialis tidak akan membiarkan kanker
tersebut untuk langsung dioperasi.
Mungkin hal pertama yang dirasakan
untuk penyakit kanker payudara adalah tidak ada rasa nyeri, benjolan, atau pun
luka, tapi yang terlihat hanyalah perubahan yang signifikan pada payudara.
Dokter spesialis bedah Pusat Onkologi Satu Atap (POSA) RSUD Dr. Soetomo,
menekankan pada para wanita agar rutin memeriksa pada payudara ketika mandi
atau sebelum mengenakan bra untuk mengetahui adanya perubahan sekecil apapun
itu.
Jika terlihat adanya perubahan
walaupun kecil, segera konfirmasikan ke dokter. Sehingga operasi sedini mungkin
bisa dilakukan dan ada harapan untuk hidup lebih besar.
Menurut dr. Hantoro Ishardyanto SpB(K)
Onk, pasien kanker payudara sekarang sudah mengalahkan pasien dengan kanker
serviks. Padahal kanker serviks sempat menjadi penyebab kematian utama wanita.
Dan yang lebih mengejutkan lagi, usia penderitanya juga semakin muda. Dulu
didominasi wanita usia 40-50 tahun, tapi sekarang wanita usia 30 tahun.
Sekarang, satu dari delapan perempuan
akan mengalami kanker payudara pada masa hidupnya. Setiap 13 menit ada satu
wanita yang meninggal dunia karena kanker payudara. Hal ini terjadi karena
kanker payudara berbeda dengan kanker serviks. Jika kanker serviks bisa
diketahui penyebab dan cara pencegahannya, kanker payudara tidak. Setidaknya
hanya 20 persen yang sudah diketahui penyebabnya yaitu faktor turunan, jika
ibunya pengidap kanker maka anaknya dua kali lebih besar kemungkinannya akan
mudah memiliki kanker payudara dan gaya hidup.
Mulai
dari sekarang, pastikan ubah gaya hidup kita untuk menjadi lebih sehat lagi.
Diawali dengan mengatur pola makan, perbanyak olahraga, dan tidak merokok.
Karena sebenarnya 80 persen dugaan seorang wanita terkena kanker payudara dapat
dicegah dengan perubahan pola hidup dan screening.
Semoga
bermanfaat :)
Sumber :
Artikel
KoranTribun News, edisi 12 Oktober
2016.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar