Gajah dan nenek moyangnya termasuk dalam
kelompok hewan yang disebut Proboscidea, berarti moncong panjang. Nenek moyang
gajah muncul sekitar 40 jtl. Mereka tidak memiliki belalai dan terlihat mirip
babi besar. Moeritherium adalah nenek moyang gajah yang paling awal. Ia dinamai
berdasarkan Danau Moeris di Mesir, tempat ditemukan fosilnya.
Dia memiliki panjang 3 m dan berat 200 kg,
dan kemungkinan menghabiskan sebagian besar waktunya di sungai atau danau.
Perkembangan gajah selanjutnya diambil oleh Phiomia, yang hidup sekitar 36 jtl.
Phiomia memiliki belalai dan dua pasang gading. Phiomia adalah anggota kelompok
gajah pertama yang disebut mastodonta.
Tingginya hingga bahu mencapai 2,4 m. Salah
satu kelompok hewan yang merupakan keturunan Phiomia adalah kelompok
deinotheres, yang memiliki sepasang gading yang melengkung ke bawah. Kelompok
lain yang berevolusi dari mastodonta adalah gajah sejati (hewan yang mirip
dengan gajah saat ini) dan mamut, yang muncul pada Kurun Pliosen.
Platybelodon adalah anggota kelompok gajah
yang paling awal= tetapi bukan yang pertama-yang disebut mastodonta. Mereka
hidup sekitar 25 jtl di kawasan Eropa, Asia, dan Amerika Utara yang dingin.
Rahang bawah Platybelodon memiliki ujung dengan dua gading pipih yang lebar-seperti
sepasang sekop.
Platybelodon disebut gading sekop, karena
paleontolog menduga gadingnya digunakan seperti sekop untuk menyerok
tanaman.Dia juga memiliki gigi geraham yang rata, gigi seri yang tajam, dan
belalai yang sangat lebar. Mastodonta ini juga memiliki sepasang gading di
rahang atas. Gading bergeser masuk ke lekukan dekat dengan ujung gading bawah
ketika mulutnya menutup. Platybelodon memiliki brat kira=kira 4 ton. Platybelodon hidup dalam masa yang sempit jika
dibanding dengan hewan lain, terutama jenis gajah lain pada khususnya. Hal
tersebut diakibatkan Platybelodon merupakan spesialis terhadap makanan tertentu
dan rentan terhadap perubahan iklim yang mempengaruhi tumbuhan yang dimakannya.
Semoga
bermanfaat :)
Sumber
:
Campbell, Andrew. 2011. 1000 Fakta tentang Kehidupan Prasejarah.
Jakarta: Kelompok Gramedia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar