Peristiwa sejarah di Kota
Semarang dikenang oleh kita dengan Pertempuran Lima Harinya. Peristiwa tersebut
cukup panjang dan menegangkan. Pertempuran Lima Hari terjadi antara warga
Semarang dan Tentara Jepang, dan terjadi tepat sesaat setelah Indonesia sudah
merdeka yaitu sekitar tanggal 15 sampai 20 Oktober 1945.
Pertempurang
Lima Hari di Semarang tersebut awalnya terjadi karena tersiarnya kabar bahwa
Indonesia merdeka. Kabar tersebut membuat para pemuda bersemangat untuk
mengambil senjata Jepang dan mengusir mereka. Para oemuda bersama rakyat pun
mulai marah dan menyusun taktik gerilyanya.
Tepat ketika pernyataan Jepang,
para pemuda pun memeriksa setiap mobil Jepang yang lewat di depan markas
mereka. Setiap mereka mendapati orang Jepang, maka para pemuda pun langsung
membawa mereka ke sebuah penjara yang bernama Penjara Bulu.
Memang sudah menjadi sifat
Jepang untuk tidak pantang menyerah dan mundur, maka Jepang kembali melawan
balik para pemuda Semarang dengan menyiksa delapan anggota polisi yang sedang
menjaga sumber air minum kota Semarang. Dan, tak berselang lama, terdengar
kabar bahwa sumber air minum tersebut akan diberi racun oleh Tentara Jepang.
Mendengar kabar tidak
mengenakkan tersebut, seorang dokter tergerak untuk langsung mengecek sumber
air minum yang dimaksud oleh Jepang. Namun, sayangnya, sebelum dokter tersebut
sampai disana, dr. Kariadi–nama dokter tersebut, ditembak dan kemudian
menghembuskan napas terakhirnya.
Perlawanan yang terjadi pun tak
bisa terelakkan antara kedua belah pihak, Jepang dan para pemuda Kota Semarang.
Hingga pada tanggal 20 Oktober 1945. Pertempuran terjadi di banyak titik di
kota Semarang. Pertempuran Lima Hari di Semarang ini membuat 2.000 pejuang
Indonesia serta 850 tentara Jepang gugur. Dan, untuk mengenang jasa-jasa
pahlawan dalam persitiwa tersebut, didirikanlah sebuah tugu yang bernama Tugu
Muda.
Semoga
bermanfaat :)
Sumber :
http://www.kidnesia.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar