Minggu, 25 Desember 2016

Pertempuran Lima Hari di Semarang


         Peristiwa sejarah di Kota Semarang dikenang oleh kita dengan Pertempuran Lima Harinya. Peristiwa tersebut cukup panjang dan menegangkan. Pertempuran Lima Hari terjadi antara warga Semarang dan Tentara Jepang, dan terjadi tepat sesaat setelah Indonesia sudah merdeka yaitu sekitar tanggal 15 sampai 20 Oktober 1945.     
      Pertempurang Lima Hari di Semarang tersebut awalnya terjadi karena tersiarnya kabar bahwa Indonesia merdeka. Kabar tersebut membuat para pemuda bersemangat untuk mengambil senjata Jepang dan mengusir mereka. Para oemuda bersama rakyat pun mulai marah dan menyusun taktik gerilyanya.
         Tepat ketika pernyataan Jepang, para pemuda pun memeriksa setiap mobil Jepang yang lewat di depan markas mereka. Setiap mereka mendapati orang Jepang, maka para pemuda pun langsung membawa mereka ke sebuah penjara yang bernama Penjara Bulu.
        Memang sudah menjadi sifat Jepang untuk tidak pantang menyerah dan mundur, maka Jepang kembali melawan balik para pemuda Semarang dengan menyiksa delapan anggota polisi yang sedang menjaga sumber air minum kota Semarang. Dan, tak berselang lama, terdengar kabar bahwa sumber air minum tersebut akan diberi racun oleh Tentara Jepang.
          Mendengar kabar tidak mengenakkan tersebut, seorang dokter tergerak untuk langsung mengecek sumber air minum yang dimaksud oleh Jepang. Namun, sayangnya, sebelum dokter tersebut sampai disana, dr. Kariadi–nama dokter tersebut, ditembak dan kemudian menghembuskan napas terakhirnya.
              Perlawanan yang terjadi pun tak bisa terelakkan antara kedua belah pihak, Jepang dan para pemuda Kota Semarang. Hingga pada tanggal 20 Oktober 1945. Pertempuran terjadi di banyak titik di kota Semarang. Pertempuran Lima Hari di Semarang ini membuat 2.000 pejuang Indonesia serta 850 tentara Jepang gugur. Dan, untuk mengenang jasa-jasa pahlawan dalam persitiwa tersebut, didirikanlah sebuah tugu yang bernama Tugu Muda.

Semoga bermanfaat :) 



Sumber :
http://www.kidnesia.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar