Minggu, 18 Desember 2016

Fungsi Bimbingan dan Konseling

     
          Dalam bimbingan dan konseling, terdapat fungsi-fungsi yang memainkan peran sangat penting baik untuk konselor maupun konseli. Namun, umumnya, fungsi-fungsi ini lebih diutamakan untuk para konselor. Terdapat sepuluh fungsi dari bimbingan dan konseling, yaitu :

     1.     Fungsi Pemahaman
Yaitu, konselor diharapkan dapat membantu konseli agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensi) dan lingkungan (pendidikan, pekerjaan dan norma agama) serta dari pemahaman tersebut konseli dapat mengembangkan potensinya secara optimal.

     2.    Fungsi Fasilitasi
Sesuai dengan namanya, fasilitasi, yang berarti konselor bisa memberikan kemudahan ke konseli dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, serasi, selaras dan seimbang.

     3.    Fungsi Penyesuaian
Konselor dapat membantu konseli melalui penyesuaian diri secara dinamis dan konstruktif baik untuk diri sendiri dan lingkungan sekitarnya.

     4.    Fungsi Penyaluran
Fungsi penyaluran berguna untuk konseli memilih kegiatan ekstrakulikuler, jurusan, atau program studi, dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. Dalam melaksanakan fungsi ini, konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan.

     5.    Fungsi Adaptasi
Dalam fungsi adaptasi, konselor membantu Kepala Sekolah/Madrasah, staf, dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan, minat, kemampuan, dan kebutuhan konseli. Konselor bisa membantu guru dalam memperlakukan konseli sekaligus murid secara tepat, baik dalam memilih metode dan proses pembelajaran, maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan konseli.

     6.    Fungsi Pencegahan atau Preventif
Sudah menjadi tanggung jawab konselor untuk mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi seperti, bahaya minuman keras, merokok, penyalahgunaan obat-obatan, drop out, dan pergaulan bebas dan berusaha mencegahnya, supaya tidak dialami oleh konseli. Konselor memberikan bimbingan dengan cara menghindari diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. Teknik yang bisa digunakan, seperti pelayanan orientasi, informasi, dan bimbingan kelompok.  

     7.    Fungsi Perbaikan
Konselor membantu konseli untuk memperbaiki kekeliruan dalam berpikir, berperasaan dan bertindak, juga membuat si konseli meng-intervensi dirinya agar pikirannya kembali jernih dan rasional sehingga tindakan mereka kembali produktif dan normatif.

     8.    Fungsi Penyembuhan
Fungsi ini digunakan jika sifatnya kuratif atau darurat. Biasanya terjadi permasalahan serius pada konseli entah mengenai masalah pribadi, sosial, belajar, ataupun karier. Teknik yang digunakan bisa dengan remedial teaching.

     9.    Fungsi Pemeliharaan
Konselor membantu konseli agar dapat menjaga diri dan mempertahankan situasi kondusif yang telah tercipta dalam dirinya lalu supaya terhindar dari sebab-sebab yang membuat penurunan produktivitas diri. Dilaksanakan melalui program-program yang menarik serta kreatif. 

     10. Fungsi Pengembangan
Fungsi ini harus yang paling diutamakan dibanding fungsi lainnya. Konselor mampu mengupayakan dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, bekerja sama dengan personel sekolah, merencanakan bersama program bimbingan sistematis. Teknik yang dapat digunakan adalah, informasi, tutorial, diskusi kelompok, home room, dan karyawisata.

Semoga bermanfaat :)
Sumber :
Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Layanan Bimbingan dan Konseling Dalam Jalur Pendidikan Formal. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional 2008. Halaman 200-202.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar