Jumat, 23 Desember 2016

Rangkuman Mengenai Bimbingan dan Konseling



                 Konseling berbeda dengan memberi nasihat (advicement) karena jika di advicement, segala pemikiran dan pemecahan masalah ada pada si advicer, sedangkan konseling membuat klien yang bisa memikirkan dan memecahkan masalah yang dia hadapi sendiri.
                 Konseling berusaha merubah pola-pola hidup mendasar si klien. Konseling lebih menyangkut ke sikap yang musti diambil, dibandingkan dengan perbuatan/tindakan. Konseling berhubungan atau berkenaan dan berkaitan dengan penghayatan emosional daripada pemecahan intelektual seperti psikologisnya.
                 Konseling menyangkut juga hubungan klien dengan orang lain. Dikatakan jantung, inti, dan pusat karena konseling ini merupakan layanan atau teknik bimbingan yang bersifat terapeutik atau bersifat menyembuhkan.
                 Maka, perbedaan yang saya dapatlan sementara ini antara psikologi dan BK adalah psikologi memberikan upaya penyembuhan lewat saran dari si psikolog, sedangkan konselor membiarkan si konseli yang mengambil sikap atau pemecahan masalah yang dihadapi. Namun, tetap masih ada persamaan yang cukup membingungkan.
                 Tahapan menentukan lingkup program ada empat, yaitu, bimbingan pribadi, bimbingan sosial, bimbingan belajar, dan bimbingan karier. Pendekatan disiplin merujuk pada aturan dan ketentuan (tata tertib) yang berlaku di sekolah. Pendekatan BK tidak menggunakan sanksi, tetapi lebih mengandalkan pada terjadinya kualitas hubungan interpersonal yang saling percaya di antara konselor dan siswa yang bermasalah. Dan, guru BK tidak mengeluarkan siswa, tetapi merupakan wewenang kepala sekolah dan guru BK hanya membantunya untuk tidak sampai di keluarkan. 
                 Model program BK di Indonesia adalah komprehensif atau menyeluruh, yang diambil dan diadopsi dari ASCA (American School Counselor Asociation). Pengembangan diri yang dilakukan oleh guru mata pelajaran maupun guru BK, adalah kalau guru mata pelajaran lebih berkaitan dengan pengembanan minat dan bakat, sedangkan guru BK hanya sebagai pemberi bantuan dalam rangka mengembangkan sikap yang musti si murid ambil jika minat dan bakatnya sudah dirasa pas.
                 Bisa diringkas menjadi, wilayah layanan BK yang memandirikan itu seperti Pemenuhan Standar Kemandirian Peserta Didik Perwujudan Diri secara Akadeik, Vokasional, Sosial dan Personal, melalui BK yang memandirikan. Kemudian untuk wilayah layanan Pembelajaran yang mendidik, yaitu guru mata pelajaran seperti, Pemenuhan Standar Kompetensi Lulusan; Penumbuhan Karakter yang kuat serta Penguasaan hard skills dan soft skills, melalui Pembelajaran yang Mendidik. Dan, diantara keduanya ada Penghormatan kepada Keunikan dan Komplementasi Layanan.
                 ABKIN membagi kode etik BK dalam lima area besar, yaitu, Bab 1 tentang Pendahuluan, Bab 2 tentang Kualifikasi dan Kegiatan Profesional Guru BK/Konselor, Bab 3 tentang Hubungan Kelembagaan, Bab 4 tentang Praktik Mandiri dan Laporan Kepada Pihak Lain, dan Bab 5 tentang Ketaatan Kepada Profesi.
                 Model Bimbingan dan Konseling komprehensif menuntut perubahan paradigma berpikir konselor, baik posisi maupun kinerja kerja konselor. Visi baru model ini adalah kegiatan layanan BK berfokus pada keluaran dan meningkatkan hasil, mengukur hasil keberhasilan layanan berdasarkan tujuan yang telah dirancang, mengubah dan mengadaptasi sistem menjadi lebih responsif terhadap perubahan sistem (Brown & Manley : 2006). Dengan karakteristiknya yaitu, memiliki bentuk yang bersifat perkembangan, berpusat pada siswa, dilaksanakan secara kolaboratif, didukung oleh data, terintegrasi pada keseluruhan program sekolah.
                 Konselor sekolah berubah dari service-centered (pelayanan masalah) untuk sebagian siswa dan program-centered (pelayanan bimbingan) untuk seluruh siswa. Konselor dituntut untuk merancang program yang dapat mengakomodasi seluruh kepentingan siswa.
                 Ada empat komponen model BK komprehensif yang ditawarkan ASCA (ABKIN, 2008 : 91-92) yaitu : landasan berpikir (foundation) sistem layanan (delivery system), sistem manajemen (management system), dan akuntabilitas. Sedangkan BK komprehensif yang dikeluarkan ABKIN hanyalah mengemukakan sistem pelayanan.

Semoga bermanfaat :)



Sumber ringkasan :
Hidayat, Dede Rahmat. 2014. Bimbingan Konseling Kesehatan Mental di Sekolah. Jakarta: PT Remaja Rosdakarya.
Hikmawati, Fenti. 2012. Bimbingan Konseling. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar