Minggu, 25 Desember 2016

Ekstrak Propolis Bantu Percepat Pemulihan DBD


                 Propolis adalah bahan perekat yang dikumpulkan lebah untuk membuat sarang menjadi steril. Senyawa yang diekstrak dari propolis dinilai efektif sebagai terapi tambahan bagi pasien demam berdarah dengue. Dengan terapi yang diberikan pada hari ketiga atau keempat perawatan kepada pasien derajat satu atau pada tahap belum mengalami kebocoran di pembuluh darah.
                 Kepala Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi Departemen Penyakit Dalam RSPAD Gatot Subroto, Letnan Kolonel (Ckm) Soroy Lardo bersama rekan-rekannya merupakan tim peneliti pada uji klinis tersebut. Peneliti lain adalah dokter spesialis penyakit dalam Kolonel (Ckm) Djoko Wibisono, dokter spesialis kesehatan jiwa Letkol (Ckm) Bagus Sulistyo Budhi, dan dokter asisten pada Departemen Penyakit Dalam RSPAD Gatot Subroto Yongkie Iswandi Purnama.
                 Tim peneliti tersebut menguji senyawa ekstrak propolis yang merupakan kombinasi propolis dari sejumlah negara, antara lain Amerika Serikat, Tiongkok, dan negara di Eropa.
              Menurut Soroy, tercatat 63 pasien berusia 17-50 tahun mengikuti uji klinis. Rinciannya, 31 pasien pada kelompok dengan terapi ekstrak propolis, sedangkan 32 pasien pada kelompok plasebo (tanpa terapi ekstrak propolis). Dosis ekstrak propolis tiga kali dua kapsul per hari selama tujuh hari dengan takaran 200 miligram per kapsul.
                 Terbukti dengan hasil yang memuaskan, jumlah pasien yang diberi ekstrak propolis lebih cepat naik daripada pasien kelompok plasebo. Dimulai dari hari ketiga hingga ketujuh. Hari ketujuh, jumlah trombosit pasien dengan ekstrak propolis rata-rata 146.670 trombosit per mikroliter. Dan, rawat inapnya hanya 4,96 hari, lebih singkat dibandingkan dengan kelompok plasebo yang rata-rata rawat inapnya 5,46 hari.
                Tambahan dari Bagus, ia tak menentukan efek samping dari terapi ekstrak propolis. Apalagi, selama ini konsumsi produk lebah dan madu aman di masyarakat. Mungkin efek yang terjadi adalah mual dan muntah. Tapi itu wajar, karena orang yang demam juga biasa mengalami hal tersebut.

Semoga bermanfaat :) 



Sumber :
Anggraini, Nita Dewi dkk. 2013. Bahasa Indonesia SMA/MA dan SMK/MAK Kelas XII Semester 1. Jakarta: Viva Pakarindo.

Koran Kompas, edisi 6 Maret 2015.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar