Dunia
di sekeliling kita selalu berubah. Beberapa perubahan, seperti Matahari Terbit
dan perubahan musim, terjadi berangsur- angsur secara berkala. Perubahan
lainnya terjadi secara tiba-tiba dan tak terduga. Bagi binatang, kemampuan
bereaksi terhadap perubahan sangat penting, Suatu bayangan yang berkelabat bisa
berarti datangnya pemangsa atau kematian; sedangkan getaran lemah, atau
bau-bauan di udara kemungkinan adanya makanan. Untuk bereaksi terhadap binatang
mempergunakan penglihatannya.
Orang
sering berbicara panca indra tetapi sesungguhnya masih banyak. Manusia juga
peka terhadap gravitasi, percepatan dan panas. Beberapa mampu mendeteksi
kelembapan, medan listrik, medan magnet, bahkan inframerah. Informasi yang
diterima melalui indra ini dikumpulkan oleh sel khusus yang disebut saraf.
Sebagian informasi dikumpulkan oleh ujung-ujung saraf, sedangkan lainnya
melalui organ indra khusus seperti daun telinga.
Saraf-saraf
lain lalu menganalisis informasi ini, dan sekelompok saraf merangsang tubuh
melakukan gerakan, yang sering kali menyebabkan otot berinteraksi. Hingga abad
ke-18, diduga saraf mengalirkan cairan. Kini kita tahu bahwa itu adalah
rangsangan listrik
Saraf
atau neutron , seperti kawat listrik yang terbentang di seluruh tubuh binatang.
Mereka tidak mengalirkan aliran listrik, tetapi impuls listrik sesaat. Sel
saraf tertentu mempunyai serabut panjang yang disebut akson dan serabut
pendek yang terhubung dengan saraf-saraf
lain. Saraf secara teratur memompa sodium keluar melalui membran. Hal ini
menyebabkan ketidakseimbangan listrik di potensi terpendam. Jika saraf
dirangsang, sodium masuk kembalimelewati membrandan potensi terpendam ini
runtuh. Ini menimbulkan reaksi beruntun; impuls listrik menjalar sepanjang
akson ketika tiba di akhir akson, impuls lalu dapat merangsang saraf lain.
Semoga
bermanfaat :)
Sumber :
Buku
terjemahan Dorling Kindersley. Diterjemahkan
oleh Tanuwinata, Astrid Ratna. 2007.
KEHIDUPAN. Jakarta: Balai Pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar