Senin, 26 Desember 2016

Osmosis Balik (Reverse Osmosis)


               Sesuai dengan namanya, osmosis balik adalah suatu proses yang berlawanan dengan osmosis. Pengertian osmosis balik adalah proses pemisahan yang menggunakan tekanan untuk memaksa pelarut melalui suatu membran semipermeabel sehingga meninggalkan zat terlarut (solute) di satu sisi dan diikuti dengan mengalirnya pelarut ke sisi yang lain. Maka dari itu, osmosis balik memaksa pelarut dari larutan yang konsentrasinya tinggi mengalir ke larutan yang konsentrasinya lebih rendah dengan memberikan tekanan melebihi tekanan osmotiknya.
               Sedangkan membran yang digunakan untuk osmosis balik harus lah cukup kuat agar dapat mehana tekanan yang besar. Tekanan besar yang dibutuhkan sekitar 2-17 bar (1 bar = 1 atm) untuk air tawar dan air agak asin, serta 40-70 bar untuk air laut dan untuk melawan tekanan osmotik air laut adalah sekitar 24 bar.
               Penerapan osmosis balik telah diterapkan dalam berbagai bidang. Seperti berikut :
1.      Desalinasi yaitu proses pemisahan garam dengan air laut untuk mendapatkan air tawar. Pabrik desalinasi terbesar di dunia adalah pabrik desalinasi Jebel Ali di Uni Emirat Arab. Akan tetapi, proses tersebut lebih mahal dibanding memurnikan air dari sungai atau air tanah. Alat osmosis balik portabel mudah digunakan dan dapat dibawa ke mana-mana, misalnya saat memancing atau berlayar.
2.    Memurnikan air memerlukan osmosis balik untuk memurnikan air kotor, misalnya pada air hujan. Dalam industri, osmosis balik digunakan untuk menghilangkan mineral dari air panas dalam pembangkit listrik tenaga uap. Air yang dipanaskan untuk pembangkit listrik harus semurni mungkin agar terhindar dari terbentuknya kerak (endapan) pada mesin atau penyebab korosi.
3.    Dialisis memakai prinsip osmosis balik untuk menolong orang yang mengalami gagal ginjal. Ginjal berfungsi untuk menyaring darah, dan membuang urin melalui urine. Mesin dialisis ini bisa berfungsi menjadi ginjal.
4.    Industri makanan diterapkan pada makanan cair misalnya jus buah-buahan yaitu dengan cara memekatkannya, dibanding dengan cara konvensional dengan penguapan. Keuntungan yang di dapat adalah biaya yang relatif murah dan dapat menghindari kerusakan zat makanan yang peka terhadap panas, seperti misalnya, protein dan enzim. Osmosis balik juga bisa memproduksi protein bubuk dan untuk memekatkan susu.
5.    Osmosis balik dalam lingkup kecil digunakan dalam pembuatan hidrogen untuk pencegahan pembentukan mineral pada permukaan elektrode dan untuk menghilangkan zat-zat organik serta klorin dari air minum.

Semoga bermanfaat :) 



Sumber :

Rahardjo, Sentot Budi dan Ispriyanto. 2014. Buku Siswa Kimia Berbasis Eksperimen Untuk Kelas XII SMA dan MA. Jakarta: TIGA SERANGKAI. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar