Sesuai dengan namanya, osmosis
balik adalah suatu proses yang berlawanan dengan osmosis. Pengertian osmosis
balik adalah proses pemisahan yang menggunakan tekanan untuk memaksa pelarut
melalui suatu membran semipermeabel sehingga meninggalkan zat terlarut (solute) di satu sisi dan diikuti dengan
mengalirnya pelarut ke sisi yang lain. Maka dari itu, osmosis balik memaksa
pelarut dari larutan yang konsentrasinya tinggi mengalir ke larutan yang
konsentrasinya lebih rendah dengan memberikan tekanan melebihi tekanan
osmotiknya.
Sedangkan membran yang digunakan
untuk osmosis balik harus lah cukup kuat agar dapat mehana tekanan yang besar.
Tekanan besar yang dibutuhkan sekitar 2-17 bar (1 bar = 1 atm) untuk air tawar
dan air agak asin, serta 40-70 bar untuk air laut dan untuk melawan tekanan
osmotik air laut adalah sekitar 24 bar.
Penerapan osmosis balik telah diterapkan
dalam berbagai bidang. Seperti berikut :
1. Desalinasi
yaitu proses pemisahan garam dengan air laut untuk mendapatkan air tawar.
Pabrik desalinasi terbesar di dunia adalah pabrik desalinasi Jebel Ali di Uni
Emirat Arab. Akan tetapi, proses tersebut lebih mahal dibanding memurnikan air
dari sungai atau air tanah. Alat osmosis balik portabel mudah digunakan dan
dapat dibawa ke mana-mana, misalnya saat memancing atau berlayar.
2. Memurnikan
air memerlukan osmosis balik untuk memurnikan air kotor, misalnya pada air
hujan. Dalam industri, osmosis balik digunakan untuk menghilangkan mineral dari
air panas dalam pembangkit listrik tenaga uap. Air yang dipanaskan untuk
pembangkit listrik harus semurni mungkin agar terhindar dari terbentuknya kerak
(endapan) pada mesin atau penyebab korosi.
3. Dialisis
memakai prinsip osmosis balik untuk menolong orang yang mengalami gagal ginjal.
Ginjal berfungsi untuk menyaring darah, dan membuang urin melalui urine. Mesin
dialisis ini bisa berfungsi menjadi ginjal.
4. Industri
makanan diterapkan pada makanan cair misalnya jus buah-buahan yaitu dengan cara
memekatkannya, dibanding dengan cara konvensional dengan penguapan. Keuntungan
yang di dapat adalah biaya yang relatif murah dan dapat menghindari kerusakan
zat makanan yang peka terhadap panas, seperti misalnya, protein dan enzim.
Osmosis balik juga bisa memproduksi protein bubuk dan untuk memekatkan susu.
5. Osmosis
balik dalam lingkup kecil digunakan dalam pembuatan hidrogen untuk pencegahan
pembentukan mineral pada permukaan elektrode dan untuk menghilangkan zat-zat
organik serta klorin dari air minum.
Semoga
bermanfaat :)
Sumber
:
Rahardjo,
Sentot Budi dan Ispriyanto. 2014. Buku
Siswa Kimia Berbasis Eksperimen Untuk Kelas XII SMA dan MA. Jakarta: TIGA
SERANGKAI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar