Terobosan baru bagi dunia kedokteran,
datang dari salah satu terapi tentang bagaimana melawan kanker dengan
memanfaatkan suhu atau bahasa sains-nya adalah kalor. Para dokter saat ini
sedang menguji suatu cara baru untuk menggunakan Cyrosurgery. Cyrosurgery sendiri berarti terapi dengan penggunaan
suhu ekstrem (sangat) dingin untuk memusnahkan jaringan yang sakit. Diambil
dari awalan cryo- yang berarti dingin atau
membeku.
Namun, hal yang menarik adalah, Cyrosurgery ternyata sudah dipakai oleh
para dokter bertahun-tahun yang lalu hanya untuk tumor kulit. Sedangkan
sekarang, terapi Cyrosurgery bisa
digunakan untuk melawan tumor ganas lainnya. Teknologi Cyrosurgery mempunyai kemampuan ganda yaitu sebagai pembekuan dan
pemanasan dengan tingkat ketelitian yang tinggi. FDA Amerika telah menyetujui
teknologi tersebut.
Pada
dasarnya prinsip kerja terapi Cyrosurgery
adalah prosesnya memakai panduan CT atau USG, kemudian memakai jarum
elektroda dan saat gas Argon dilepaskan dari ujung jarum, dalam hitungan detik
jaringan kanker langsung membeku dengan suhu -1200C sampai -1800C
dan terbentuk seperti bola es. Mengapa harus berada diantara suhu tersebut? Karena
jaringan kanker akan kekurangan darah serta oksigen mati membeku, apalagi jika
mencapai suhu -1800C.
Kemudian,
gas Helium langsung dilepaskan untuk membuat suhu naik menjadi sekitar 200C
sampai 400C. Maka kanker yang tadinya membeku seperti bola es akan
meleleh dan hancur. Inilah tingkat keefektifan terapi tersebut. Waktu dan
kecepatan dalam menaikkan atau menurunkan suhu, maupun ukuran dan besar kecil
bola es dapat diatur dan dikontrol. Cara tersebut perlu dilakukan berulang
(bisa sekitar 2-3 kali) hingga bola es menutupi seluruh tumor dan 5 sampai 10
mm dari jaringan normal sekitarnya. Bagi kanker yang besar, jarum elektroda
akan dipasangkan beberapa langsung di dalam kankernya.
Kelebihan
yang di dapatkan dari terapi ini adalah sudah tentu jaringan kanker mati, rusak
dan bahkan mencegah untuk berkembang kembali, walaupun masih ada yang
tertinggal sedikit, jaringan kanker tersebut malah dapat mengontrol antigen
kanker, merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker. Dan bahkan sel
kanker terebut akan lebih sensitif terhadap Kemoterapi
atau pun Radioterapi. Efek dan
resiko yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan dengan operasi. Namun, harga
yang musti dibayar pada rumah sakit Indonesia saat ini sekitar 100-120 juta
Rupiah.
Semoga
bermanfaat :)
Sumber :
Kanginan,
Marthen. 2013. Fisika 1 untuk SMA/MA
Kelas X. Jakarta: Erlangga.
Prentice
Hall Science, Heat Energi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar