Minggu, 18 Desember 2016

Terapi Beku-Panas Untuk Melawan Kanker

          Terobosan baru bagi dunia kedokteran, datang dari salah satu terapi tentang bagaimana melawan kanker dengan memanfaatkan suhu atau bahasa sains-nya adalah kalor. Para dokter saat ini sedang menguji suatu cara baru untuk menggunakan Cyrosurgery. Cyrosurgery sendiri berarti terapi dengan penggunaan suhu ekstrem (sangat) dingin untuk memusnahkan jaringan yang sakit. Diambil dari awalan cryo- yang berarti dingin atau membeku.
          Namun, hal yang menarik adalah, Cyrosurgery ternyata sudah dipakai oleh para dokter bertahun-tahun yang lalu hanya untuk tumor kulit. Sedangkan sekarang, terapi Cyrosurgery bisa digunakan untuk melawan tumor ganas lainnya. Teknologi Cyrosurgery mempunyai kemampuan ganda yaitu sebagai pembekuan dan pemanasan dengan tingkat ketelitian yang tinggi. FDA Amerika telah menyetujui teknologi tersebut.
Pada dasarnya prinsip kerja terapi Cyrosurgery adalah prosesnya memakai panduan CT atau USG, kemudian memakai jarum elektroda dan saat gas Argon dilepaskan dari ujung jarum, dalam hitungan detik jaringan kanker langsung membeku dengan suhu -1200C sampai -1800C dan terbentuk seperti bola es. Mengapa harus berada diantara suhu tersebut? Karena jaringan kanker akan kekurangan darah serta oksigen mati membeku, apalagi jika mencapai suhu -1800C.
Kemudian, gas Helium langsung dilepaskan untuk membuat suhu naik menjadi sekitar 200C sampai 400C. Maka kanker yang tadinya membeku seperti bola es akan meleleh dan hancur. Inilah tingkat keefektifan terapi tersebut. Waktu dan kecepatan dalam menaikkan atau menurunkan suhu, maupun ukuran dan besar kecil bola es dapat diatur dan dikontrol. Cara tersebut perlu dilakukan berulang (bisa sekitar 2-3 kali) hingga bola es menutupi seluruh tumor dan 5 sampai 10 mm dari jaringan normal sekitarnya. Bagi kanker yang besar, jarum elektroda akan dipasangkan beberapa langsung di dalam kankernya.   
Kelebihan yang di dapatkan dari terapi ini adalah sudah tentu jaringan kanker mati, rusak dan bahkan mencegah untuk berkembang kembali, walaupun masih ada yang tertinggal sedikit, jaringan kanker tersebut malah dapat mengontrol antigen kanker, merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker. Dan bahkan sel kanker terebut akan lebih sensitif terhadap Kemoterapi atau pun Radioterapi. Efek dan resiko yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan dengan operasi. Namun, harga yang musti dibayar pada rumah sakit Indonesia saat ini sekitar 100-120 juta Rupiah.

Semoga bermanfaat :)


Sumber :
Kanginan, Marthen. 2013. Fisika 1 untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga.
Prentice Hall Science, Heat Energi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar