Jumat, 23 Desember 2016

HIV dan AIDS Itu Berbeda. Sudah Tahu Bedanya?



          Banyak dari kita tidak tahu atau mungkin tidak, mengenai perbedaan antara HIV dan AIDS. Saya, tidak usah jauh-jauh, dulu sempat berpikir bahwa HIV/AIDS itu sama saja. Tetapi semakin saya dewasa dan sering melihat, mendengar dan membaca kasus-kasus tersebut, semakin mengertilah saya bahwa HIV dan AIDS itu berbeda. Bahkan tidak patut disamakan.
          Apalagi ditambah, saya pernah menonton film barat yang berjudul Dallas Buyers Club, yang pemeran pembantu–diperankan oleh Jared Leto, vokalis 30 Seconds of Summer, dan pemeran utamanya–Matthew McConaughey, yang sama-sama terinfeksi HIV. Mereka berjuang sangat keras demi kesembuhan diri mereka masing-masing, ditambah dengan keadaan obat yang saat itu belum ditemukan. Disitulah saya juga mendapat pengetahuan tentang HIV dan AIDS yang semakin memantapkan ingatan saya bahwa HIV dan AIDS itu berbeda.
          Pengidap virus HIV disebut Odha. Istilah HIV, sebenarnya hanyalah untuk virusnya saja. Sesuai dengan singkatan HIV yaitu, Human Immunodeficiency Virus, virus ini menyerang dan membuat lemah sistem kekebalan tubuh seseorang, yang biasanya menggunakan jarum suntik secara bergantian pada pecandu obat-obatan. Darah penderita HIV akan menempel di jarum suntik dan karena bergantian virus HIV dapat masuk ke aliran darah orang tersebut kemudian, tranfusi darah, yang dapat masuk ke resepien, hubungan seksual, yaitu lewat cairan vagina dan sperma, ibu hamil, virus ini dapat terbawa melalui plasenta ibu ke anaknya.
          Intinya, semua yang memakai embel-embel darah dan cairan seperti nanah, mani, pre-cum (cairan yang keluar sebelum ejakulasi), ASI, dan cairan vagina dalam tubuh seseorang, bisa menjadi “penyampai” virus HIV tersebut. Karena kalau sudah berurusan dengan virus, maka segala perubahan yang dibawanya akan berkembang sangat pesat. Namun, lain halnya dengan cairan yang tidak memiliki unsur darah di dalamnya tetapi tadinya dianggap bisa menularkan HIV, seperti air liur, air mata, air seni, dan feses, sebenarnya tidak apa-apa.
Akan tetapi banyak kejadian yang membuat cairan-cairan ini dapat tercampur dengan HIV, seperti penderita HIV yang sakit gigi dan bernanah kemudian bercampur dengan air liurnya dan saat berhubungan seks, luka yang terjadi pada selaput dara di vagina. Dan HIV tidak tertularkan pula melalui, makan dan minum di bekas tempat penderita HIV, memakai handphone, WC umum, atau kolam renang, ciuman, jabat tangan, pelukan, keringat, dan gigitan nyamuk.
Lalu bagaimana ciri-ciri orang yang sudah terinfeksi HIV dan berlanjut berubah keadaan menjadi AIDS? Sel yang menjadi inangnya adalah sel T. Sel T merupakan sel yang menjaga sistem kekebalan tubuh seseorang dan jika sel T terus menerus menurun akibat HIV, maka lama-lama tubuh semakin terasa lemas, pucat, kurus kering, pusing, kelelahan drastis, demam, menggigil, nyeri otot, pendengar melemah, dan sakit tenggorokan, gejala ini biasanya terjadi sekitar 2-3 minggu.
Barulah ketika semua ciri-ciri tersebut sudah dialami oleh penderita HIV, maka pada akhirnya, penderita tersebut akan memasuki tahap sindrom atau gejala dan infeksi yang timbul akibat rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat HIV yang biasa disebut Acquired Immunodeficiency/Immune Syndrome. Disini adalah puncak dari semua rasa sakit yang dialami oleh penderita AIDS, (mereka kini telah berganti nama) segala penyakit yang berasal dari virus lain, bakteri, jamur, parasit seperti TBC, PCP (infeksi paru-paru), CMV (infeksi mata), Kandidiasis (jamur mulut atau vagina), kehilangan berat badan, Toksoplasmosis (parasit penginfeksi otak), demensia (penurunan mental), dan kanker.
             Pengobatan yang sampai saat ini diberikan pada pasien berupa AZT (zidovudine), yang tidak diproduksi massal dan membuat replikasi HIV dan aktivitasnya terhenti, namun efeknya adalah anemia. Kemudian ada PEP (post-exposure prophylaxis) yang dapat menghentikan infeksi HIV namun efektifnya hanya sampai tiga hari. Segala macam vaksin dan obat-obat baru sedang dikerjakan oleh para ilmuwan dan berharap suatu saat akan menemukan titik terangnya, karena bagaimana pun juga, AIDS awal mulanya berasal dari Afrika Sub-Sahara yang merupakan tempat terbaik bagi HIV berkembang pesat.
          Jadi sudah paham ‘kan? HIV adalah virus, sedangkan AIDS adalah puncak dari orang yang terkena sindrom akibat HIV.

Semoga bermanfaat :)



Sumber :

Aryulina, Diah dkk. 2013. Biologi 2 SMA dan MA untuk Kelas Xi. Jakarta: ESIS.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar