Banyak dari kita tidak tahu atau
mungkin tidak, mengenai perbedaan antara HIV dan AIDS. Saya, tidak usah
jauh-jauh, dulu sempat berpikir bahwa HIV/AIDS itu sama saja. Tetapi semakin
saya dewasa dan sering melihat, mendengar dan membaca kasus-kasus tersebut,
semakin mengertilah saya bahwa HIV dan AIDS itu berbeda. Bahkan tidak patut
disamakan.
Apalagi ditambah, saya pernah menonton
film barat yang berjudul Dallas Buyers
Club, yang pemeran pembantu–diperankan oleh Jared Leto, vokalis 30 Seconds
of Summer, dan pemeran utamanya–Matthew McConaughey, yang sama-sama terinfeksi
HIV. Mereka berjuang sangat keras demi kesembuhan diri mereka masing-masing,
ditambah dengan keadaan obat yang saat itu belum ditemukan. Disitulah saya juga
mendapat pengetahuan tentang HIV dan AIDS yang semakin memantapkan ingatan saya
bahwa HIV dan AIDS itu berbeda.
Pengidap virus HIV disebut Odha. Istilah
HIV, sebenarnya hanyalah untuk virusnya saja. Sesuai dengan singkatan HIV
yaitu, Human Immunodeficiency Virus, virus
ini menyerang dan membuat lemah sistem kekebalan tubuh seseorang, yang biasanya
menggunakan jarum suntik secara bergantian pada pecandu obat-obatan. Darah
penderita HIV akan menempel di jarum suntik dan karena bergantian virus HIV
dapat masuk ke aliran darah orang tersebut kemudian, tranfusi darah, yang dapat
masuk ke resepien, hubungan seksual, yaitu lewat cairan vagina dan sperma, ibu hamil,
virus ini dapat terbawa melalui plasenta ibu ke anaknya.
Intinya, semua yang memakai
embel-embel darah dan cairan seperti nanah, mani, pre-cum (cairan yang keluar sebelum ejakulasi), ASI, dan cairan
vagina dalam tubuh seseorang, bisa menjadi “penyampai” virus HIV tersebut.
Karena kalau sudah berurusan dengan virus, maka segala perubahan yang dibawanya
akan berkembang sangat pesat. Namun, lain halnya dengan cairan yang tidak
memiliki unsur darah di dalamnya tetapi tadinya dianggap bisa menularkan HIV,
seperti air liur, air mata, air seni, dan feses, sebenarnya tidak apa-apa.
Akan
tetapi banyak kejadian yang membuat cairan-cairan ini dapat tercampur dengan
HIV, seperti penderita HIV yang sakit gigi dan bernanah kemudian bercampur
dengan air liurnya dan saat berhubungan seks, luka yang terjadi pada selaput
dara di vagina. Dan HIV tidak tertularkan pula melalui, makan dan minum di
bekas tempat penderita HIV, memakai handphone, WC umum, atau kolam renang,
ciuman, jabat tangan, pelukan, keringat, dan gigitan nyamuk.
Lalu
bagaimana ciri-ciri orang yang sudah terinfeksi HIV dan berlanjut berubah
keadaan menjadi AIDS? Sel yang menjadi inangnya adalah sel T. Sel T merupakan
sel yang menjaga sistem kekebalan tubuh seseorang dan jika sel T terus menerus
menurun akibat HIV, maka lama-lama tubuh semakin terasa lemas, pucat, kurus
kering, pusing, kelelahan drastis, demam, menggigil, nyeri otot, pendengar
melemah, dan sakit tenggorokan, gejala ini biasanya terjadi sekitar 2-3 minggu.
Barulah
ketika semua ciri-ciri tersebut sudah dialami oleh penderita HIV, maka pada
akhirnya, penderita tersebut akan memasuki tahap sindrom atau gejala dan
infeksi yang timbul akibat rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat HIV
yang biasa disebut Acquired
Immunodeficiency/Immune Syndrome. Disini adalah puncak dari semua rasa
sakit yang dialami oleh penderita AIDS, (mereka kini telah berganti nama)
segala penyakit yang berasal dari virus lain, bakteri, jamur, parasit seperti
TBC, PCP (infeksi paru-paru), CMV (infeksi mata), Kandidiasis (jamur mulut atau
vagina), kehilangan berat badan, Toksoplasmosis (parasit penginfeksi otak),
demensia (penurunan mental), dan kanker.
Pengobatan
yang sampai saat ini diberikan pada pasien berupa AZT (zidovudine), yang tidak
diproduksi massal dan membuat replikasi HIV dan aktivitasnya terhenti, namun efeknya
adalah anemia. Kemudian ada PEP (post-exposure prophylaxis) yang dapat
menghentikan infeksi HIV namun efektifnya hanya sampai tiga hari. Segala macam
vaksin dan obat-obat baru sedang dikerjakan oleh para ilmuwan dan berharap
suatu saat akan menemukan titik terangnya, karena bagaimana pun juga, AIDS awal
mulanya berasal dari Afrika Sub-Sahara yang merupakan tempat terbaik bagi HIV
berkembang pesat.
Jadi sudah paham ‘kan? HIV adalah
virus, sedangkan AIDS adalah puncak dari orang yang terkena sindrom akibat HIV.
Semoga
bermanfaat :)
Sumber :
Aryulina, Diah dkk. 2013. Biologi 2 SMA dan MA untuk Kelas Xi. Jakarta:
ESIS.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar