Kamis, 01 Desember 2016

Keterampilan Dalam Berbahasa

Semua manusia di dunia ini sudah pasti perlu berbahasa untuk berkomunikasi dengan satu sama lain. Tak dapat dipungkiri lagi dengan memiliki keterampilan dalam berbahasa orang-orang yang tadinya tidak kenal dapat menjadi akrab karena adanya komunikasi yang terjalin. Keterampilan dalam berbahasa disini dimaksudkan untuk empat aspek yaitu, menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Antara satu dengan yang lainnya sangat erat hubungannya. Dalam memperoleh keterampilan berbahasa, kita biasanya melalui suatu hubungan urutan yang teratur. Mula-mula pada masa kecil kita belajar menyimak bahasa kemudian berbicara sesudah itu belajar membaca dan menulis.
Menurut Hoetomo MA (2005 : 531-532), terampil adalah cakap dalam menyelesaikan tugas, mampu dan cekatan. Keterampilan adalah kecakapan untuk menyelsaikan tugas.
          Berikut adalah empat aspek yang dimaksud :
1.  Menyimak
Proses menyimak ini bisa disebut juga dengan mendengar. Lewat mendengar kita dituntut bukan hanya untuk ‘mendengarkan’ saja, tetapi sekaligus memahaminya. Menyimak merupakan salah satu jenis keterampilan berbahasa ragam lisan. Ada dua jenis situasi menyimak, yaitu interaktif seperti tatap muka, percakapan di telepon dan lainnya dan noniteraktif seperti mendengarkan radio, menonton tv, serta lain sebagainya.
Maka dari itu keterampilan yang harus dimiliki oleh seseorang untuk menyimak adalah :
a)    Menyimpan/mengingat unsur bahasa yang didengar menggunakan daya ingat jangka pendek atau short term memory.
b)   Berupaya membedakan bunyi-bunyi yang membedakan arti dalam bahasa si penyampai pesan
c)    Menyadari adanya bentuk-bentuk tekanan dan nada, warna suara dan intinasi.
d)   Menyadari adanya kata kunci yang merupakan inti dari topik yang disampaikan.

2.  Berbicara
Berbicara merupakan hal yang sering kita lakukan. Secara tidak langsung, berbicara terjadi setelah kita menjalani proses latihan-belajar menyimak. Lewat berbicara kita bisa menyampaikan ide-ide atau gagasan secara langsung, apalagi kita sudah menguasai materi yang akan disampaikan maka akan terasa mudah untuk diungkapkan.
Maka dari itu keterampilan yang harus dimiliki oleh seseorang untuk berbicara adalah :
a)    Mengucapkan bunyi-bunyi yang berbeda secara jelas sehingga pendengar dapat membedakannya
b)   Menggunakan tekanan dan nada serta intonasi yang jelas dan tepat sehingga pendengar dapat memahami apa yang diucapkan pembicara
c)    Menggunakan pilihan kata yang tepat
d)   Menggunakan ragam bahasa yang sesuai dengan hubungan antara pembicara dan pendengar
e)    Berupaya agar kalimat yang diucapkan jelas didengar
f)    Langsung ke poin tetapi kemudian dikembangkan.
Menurut (Lana, 1984 : 14) sesuai dengan proses cara terselenggaranya pembicaraan ini dapat dibagi atas dua jenis yaitu, berbicara satu arah seperti pidato dan khotbah. Serta berbicara dua arah yaitu seperti diskusi, tanya jawab, dan drama. Berbicara dua arah berarti ada interaksi antara si pendengar dan si pemberi pesan. Dan menurut tingkat keresmiannya dibagi menjadi dua juga yaitu formal dan nonformal. Formal bercirikan bahasa yang digunakan baku, di tempat resmi, ada tema dan pembahasan tertentu, sedangkan nonfromal bercirikan bahasa tidak baku, dan biasanya digunakan bersama teman sebaya, orang tua dan saudara yang sebaya.
Namun masalah yang sering dialami oleh sebagian orang adalah susahnya untuk berbicara di depan umum. Banyak faktor yang jadi penyebab mengapa seseorang tidak terampil berbicara. Antara lain, karena si pembicara tidak atau belum menguasai materi pembicaraan dan tidak mau menggunakan metode berbicara yang sesungguhnya tersedia untuk dipilih.

3.  Membaca
Merupakan kegiatan atau proses menerapkan sejumlah keterampilan mengolah teks bacaan dalam rangka memahami isi bacaan. Oleh sebab itu, membaca dapat dikatakan sebagai kegiatan memperoleh informasi atau pesan yang disampaikan oleh penulis dalam tuturan bahasa tulis.
Keterampilan yang musti ada pada si pembaca itu sendiri adalah :
a)    Mengenal sistem tulisan yang digunakan
b)   Mengenal kosakata
c)    Menentukan kata-kata kunci yang mengidentifikasikan topik dan gagasan utama
d)   Membedakan ide utama dari detail-detail yang disajikan
Tujuan dari membaca adalah untuk memahami secara detail dan menyeluruh suatu bacaan, menangkap ide pokok/ gagasan utama buku secara cepat, dan mendapatkan informasi tentang sesuatu.
Ada beberapa teknik membaca yaitu, baca-pilih yang dimaksudkan untuk membaca bagian yang relevan saja, kemudian baca-lompat untuk mengetahui pokok bacaan tetapi dengan cara membolak-balik halaman, lalu baca-tatap untuk memfokuskan satu pokok bacaan dengan cara secepat mungkin, dan yang terakhir adalah baca-layap yaitu untuk menentukan apakah sesuai dengan informasi yang ditentukan.

4.  Menulis
Dikatakan sebagai keterampilan berbahasa yang paling rumit dari aspek keterampilan berbahasa lainnya, kenapa, karena menulis, bukan hanya menyalin kata-kata dan mengembangkannya menjadi suatu bacaan baru tetapi juga harus terkandung gagasan-gagasan yang sesuai dengan tema tertentu dan tersusun dalam struktur tulisan yang teratur.
Keterampilan yang harus ada pada si penulis itu sendiri adalah :
a)    Memilih judul yang tepat ini penting karena terkadang pemilihan judul yang tepat dapat menarik minat baca orang-orang
b)   Tidak asal menjiplak hasil karya orang lain jika ada sebagian yang sama cantumkan sumber tersebut
c)    Menggunakan struktur kalimat yang tepat dan jelas serta bentuk kata yang benar
d)   Menciptakan paragraf dan keseluruhan isi tulisan sesuai sehingga pembaca mudah mengikuti jalan pikiran dari si penulis.

Kesimpulannya adalah dengan memiliki keterampilan-keterampilan dalam berbahasa, sehingga tidak membuat setiap orang merasa bingung dengan Bahasa Indonesia sendiri. Dimulai dari saat kita menyimak, diperlukan pendengaran serta analisis yang kuat untuk bisa memahami apa yang sedang disampaikan. Kemudian berbicara, selayaknya orang yang berbicara haruslah menguasai teknik berbicara dengan benar, apalagi saat hendak berbicara di depan publik.  Lalu, membaca. Ada banyak cara membaca agar dapat lebih mudah kita pahami. Sebenarnya, dengan membaca, semua informasi mudah untuk kita dapatkan, karena membaca membuka wawasan kita. Dan terakhir, menulis. Dengan menulis, kita dapat berpikir secara kritis tentang suatu masalah, dan menulis dapat membantu kita menemukan suatu titik terang dimana kita lebih memahami isi dari suatu permasalahan.
  
Semoga Bermanfaat :)



Sumber

Dalman. 2013. Keterampilan Berbahasa. Jakarta. PT Raja Grafindo Persada.
Nurjamal, Daeng, Warta Sumirat, dan Riadi Darwis. 2011. Terampil Berbahasa Menyusun Karya Tulis Akademik, Memandu Acara (MC-Moderator), dan Menulis Surat. Bandung. ALFABETA, CV.
Tarigan, Henry Guntur. 2008. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung. Percetakan Angkasa.






    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar