Semua
manusia di dunia ini sudah pasti perlu berbahasa untuk berkomunikasi dengan
satu sama lain. Tak dapat dipungkiri lagi dengan memiliki keterampilan dalam
berbahasa orang-orang yang tadinya tidak kenal dapat menjadi akrab karena
adanya komunikasi yang terjalin. Keterampilan dalam berbahasa disini
dimaksudkan untuk empat aspek yaitu, menyimak, berbicara, membaca dan menulis.
Antara satu dengan yang lainnya sangat erat hubungannya. Dalam memperoleh
keterampilan berbahasa, kita biasanya melalui suatu hubungan urutan yang
teratur. Mula-mula pada masa kecil kita belajar menyimak bahasa kemudian
berbicara sesudah itu belajar membaca dan menulis.
Menurut
Hoetomo MA (2005 : 531-532), terampil adalah cakap dalam menyelesaikan tugas,
mampu dan cekatan. Keterampilan adalah kecakapan untuk menyelsaikan tugas.
Berikut adalah empat aspek yang
dimaksud :
1. Menyimak
Proses menyimak ini bisa disebut juga dengan mendengar. Lewat
mendengar kita dituntut bukan hanya untuk ‘mendengarkan’ saja, tetapi sekaligus
memahaminya. Menyimak merupakan salah satu jenis keterampilan berbahasa ragam
lisan. Ada dua jenis situasi menyimak, yaitu interaktif seperti tatap muka, percakapan di telepon dan lainnya
dan noniteraktif seperti mendengarkan
radio, menonton tv, serta lain sebagainya.
Maka dari itu keterampilan yang harus dimiliki oleh
seseorang untuk menyimak adalah :
a) Menyimpan/mengingat
unsur bahasa yang didengar menggunakan daya ingat jangka pendek atau short term memory.
b) Berupaya membedakan
bunyi-bunyi yang membedakan arti dalam bahasa si penyampai pesan
c) Menyadari adanya
bentuk-bentuk tekanan dan nada, warna suara dan intinasi.
d) Menyadari adanya kata
kunci yang merupakan inti dari topik yang disampaikan.
2. Berbicara
Berbicara merupakan hal yang sering kita lakukan. Secara
tidak langsung, berbicara terjadi setelah kita menjalani proses latihan-belajar
menyimak. Lewat berbicara kita bisa menyampaikan ide-ide atau gagasan secara
langsung, apalagi kita sudah menguasai materi yang akan disampaikan maka akan terasa
mudah untuk diungkapkan.
Maka dari itu keterampilan yang harus dimiliki oleh
seseorang untuk berbicara adalah :
a) Mengucapkan
bunyi-bunyi yang berbeda secara jelas sehingga pendengar dapat membedakannya
b) Menggunakan tekanan
dan nada serta intonasi yang jelas dan tepat sehingga pendengar dapat memahami
apa yang diucapkan pembicara
c) Menggunakan pilihan
kata yang tepat
d) Menggunakan ragam
bahasa yang sesuai dengan hubungan antara pembicara dan pendengar
e) Berupaya agar kalimat
yang diucapkan jelas didengar
f) Langsung ke poin
tetapi kemudian dikembangkan.
Menurut (Lana, 1984 : 14) sesuai dengan proses cara
terselenggaranya pembicaraan ini dapat dibagi atas dua jenis yaitu, berbicara satu
arah seperti pidato dan khotbah.
Serta berbicara dua arah yaitu seperti diskusi, tanya jawab, dan drama. Berbicara
dua arah berarti ada interaksi antara si pendengar dan si pemberi pesan. Dan menurut
tingkat keresmiannya dibagi menjadi dua juga yaitu formal dan nonformal. Formal
bercirikan bahasa yang digunakan baku, di tempat resmi, ada tema dan pembahasan
tertentu, sedangkan nonfromal bercirikan bahasa tidak baku, dan biasanya
digunakan bersama teman sebaya, orang tua dan saudara yang sebaya.
Namun masalah yang sering dialami oleh sebagian orang
adalah susahnya untuk berbicara di depan umum. Banyak faktor yang jadi penyebab mengapa seseorang tidak
terampil berbicara. Antara lain, karena si pembicara tidak atau belum menguasai
materi pembicaraan dan tidak mau menggunakan metode berbicara yang sesungguhnya
tersedia untuk dipilih.
3.
Membaca
Merupakan kegiatan atau
proses menerapkan sejumlah keterampilan mengolah teks bacaan dalam rangka
memahami isi bacaan. Oleh sebab itu, membaca dapat dikatakan sebagai kegiatan
memperoleh informasi atau pesan yang disampaikan oleh penulis dalam tuturan
bahasa tulis.
Keterampilan yang musti ada pada si
pembaca itu sendiri adalah :
a)
Mengenal sistem tulisan yang digunakan
b)
Mengenal kosakata
c)
Menentukan kata-kata kunci yang
mengidentifikasikan topik dan gagasan utama
d)
Membedakan ide utama dari detail-detail
yang disajikan
Tujuan dari membaca adalah untuk memahami secara detail dan
menyeluruh suatu bacaan, menangkap ide pokok/
gagasan utama buku secara cepat, dan mendapatkan informasi tentang sesuatu.
Ada beberapa teknik membaca yaitu, baca-pilih yang dimaksudkan untuk membaca bagian yang relevan saja,
kemudian baca-lompat untuk
mengetahui pokok bacaan tetapi dengan cara membolak-balik halaman, lalu baca-tatap untuk memfokuskan satu pokok
bacaan dengan cara secepat mungkin, dan yang terakhir adalah baca-layap yaitu untuk menentukan
apakah sesuai dengan informasi yang ditentukan.
4.
Menulis
Dikatakan sebagai keterampilan berbahasa yang paling
rumit dari aspek keterampilan berbahasa lainnya, kenapa, karena menulis, bukan
hanya menyalin kata-kata dan mengembangkannya menjadi suatu bacaan baru tetapi
juga harus terkandung gagasan-gagasan yang sesuai dengan tema tertentu dan
tersusun dalam struktur tulisan yang teratur.
Keterampilan yang harus ada pada si penulis itu sendiri
adalah :
a)
Memilih judul yang tepat ini penting karena terkadang
pemilihan judul yang tepat dapat menarik minat baca orang-orang
b)
Tidak asal menjiplak hasil karya orang lain jika ada
sebagian yang sama cantumkan sumber tersebut
c)
Menggunakan struktur kalimat yang tepat dan jelas serta
bentuk kata yang benar
d)
Menciptakan paragraf dan keseluruhan isi tulisan sesuai
sehingga pembaca mudah mengikuti jalan pikiran dari si penulis.
Kesimpulannya adalah dengan memiliki
keterampilan-keterampilan dalam berbahasa, sehingga
tidak membuat setiap orang merasa bingung dengan Bahasa Indonesia sendiri.
Dimulai dari saat kita menyimak, diperlukan pendengaran serta analisis yang
kuat untuk bisa memahami apa yang sedang disampaikan. Kemudian berbicara,
selayaknya orang yang berbicara haruslah menguasai teknik berbicara dengan
benar, apalagi saat hendak berbicara di depan publik. Lalu, membaca. Ada banyak cara membaca agar
dapat lebih mudah kita pahami. Sebenarnya, dengan membaca, semua informasi
mudah untuk kita dapatkan, karena membaca membuka wawasan kita. Dan terakhir,
menulis. Dengan menulis, kita dapat berpikir secara kritis tentang suatu
masalah, dan menulis dapat membantu kita menemukan suatu titik terang dimana
kita lebih memahami isi dari suatu permasalahan.
Semoga Bermanfaat :)
Sumber :
Dalman. 2013. Keterampilan Berbahasa. Jakarta. PT Raja
Grafindo Persada.
Nurjamal, Daeng, Warta
Sumirat, dan Riadi Darwis. 2011. Terampil
Berbahasa Menyusun Karya Tulis Akademik, Memandu Acara (MC-Moderator), dan
Menulis Surat. Bandung. ALFABETA, CV.
Tarigan, Henry Guntur.
2008. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan
Berbahasa. Bandung. Percetakan Angkasa.
https://adangsetiawan.wordpress.com/2010/03/01/aneka-metode-berbicara-di-depan-umum/html diunduh tanggal 05 Oktober 2016.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar