Rabu, 14 Desember 2016

Cara Membuat Produk yang Menjual

          
          Pertama kali yang akan dilakukan adalah kalian pasti akan banyak bereksperimen. Kalian akan bereksperimen dengan berbagai teknik baru, mencoba bahan baku baru, dan belajar keterampilan baru tentu saja. Kalian akan merasakan keinginan terdalam dalam diri sendiri yaitu keinginan untuk membuat sesuatu. Keinginan untuk membuat suatu benda bernilai estetika dan berfungsi dengan tangan kita sendiri. Kepuasan dari proses menciptakan itulah yang paling penting.
          Lalu, apa kabar dengan bisnis? Kalian tidak membuat benda-benda kerajinan tangan hanya untuk mencapai kepuasan diri sendiri, kalian juga pasti ingin mendapatkan keuntungan dari sana. Maka, di sinilah letak perbedaan antara diri kalian dengan orang-orang lain yang bergelut di bidang kerajinan tangan itu sendiri. Contoh, sebagian orang yang gemar melukis pasti mereka melukis karena berdasarkan rasa puasnya melihat hasil lukisannya sendiri dipamerkan maupun dikoleksi sendiri, tetapi, ada sebagian orang pula dengan hal yang sama berpikir untuk bagaimana jika hasil gambar ini bisa menghasilkan uang? Apa yang perlu dilakukan agar pembeli terpikat?
          Untuk itu, diperlukan suatu penguasaan teknik dasar. Hal ini sangat penting, karena perbedaan penting antara pengrajin profesional dan mereka yang hanya mengaggapnya sebagai hobi adalah cara kalian memilih dan mendesain produk. Misalnya, jika kalian ingin menggeluti bidang perkayuan dan menghasilkan produk seperti lemari, lalu itu juga sebagai hobi, kalian bisa dengan mudah membuat apapun selain lemari sesuka hati kalian. Namun, jika kalian ingin menjualnya, mungkin kalian harus memikirkan bagaimana selera pasar sekarang. Jangan sekali-kali memproduksi barang dengan biaya tinggi meskipun kualitasnya sangat bagus jika konsumen lebih tertarik membeli produk berukuran lebih kecil dan lebih murah seperti papan catur atau rak buku.
          Dalam bisnis kerajinan tangan, hal ini harus diterapkan untuk tingkatan apapun atau benda kerajinan tangan yang dibuat sekali pun. Benda-benda kerajinan sederhana yang kita anggap biasa dan hanya untuk memuaskan diri sendiri, bisa jadi merupakan titik awal dari sebuah bisnis yang menguntungkan. Asalkan kita bisa berkreasi sekreatif mungkin dan mungkin mempertajam inovasi-inovasi baru terhadap produk kita.
          Mungkin kalian perlu, misalnya membuat perubahan besar pada hasil produksi supaya laris manis di pasaran. Contohnya, terjadi pada Arthur dan Betty Allthumbs, awalnya mereka berbisnis dengan menjual lemari dan rak dari kayu oak, kemudian hasil karya yang mereka buat sangat bagus dan pembuatannya teliti sekali. Produk-produk mereka juga menarik perhatian di pameran kerajinan tangan, namun sayang, jarang ada yang dibeli.
          Mereka tidak pantang menyerah begitu saja, mereka terus mempromosikan hasil karya mereka. mereka rajin mengikuti pameran, membuat brosur, dan display menarik memakai bunga, vas, dan mainan. Tapi lagi, penjualan mereka tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup mereka. Arthur kemudian menyadari sesuatu, bahwa kebanyakan dari pembelinya ingin boneka buatan Betty.
          Akhirnya, mereka tahu mereka telah menyia-nyiakan kesempatan bagus. Betty langsung menambah jumlah dan jenis mainan yang ia buat. Lambat laun lemari yang dibuat Arthur menjadi tempat untuk memamerkan bineka binatang buatan Berry. Lalu mereka bergabung untuk membuat produk baru. Mereka lalu membangun bisnis yang memproduksi mainan hewan buatan tangan.
          Kesimpulannya, jika kalian ingin mendapatkan uang atau pun keuntungan yang menggiurkan dengan hasil karya luar biasamu, kalian harus membuat produk yang sesuai dengan kemauan pasar. Produk kalian harus berkualitas, bernilai jual tinggi dan berbeda dari yang lainnya. Namun, ingatlah satu hal, akan selalu ada pasar untuk produk kalian, asalkan kalian membuat produk tersebut dengan tepat.

Semoga bermanfaat :)



Sumber :
Halaman lepas dengan sub judul Memulai dan Menjalankan Bisnis Kerajinan Tangan, Bab 3, halaman 13-14.              


Tidak ada komentar:

Posting Komentar