1. Bacalah
peluang kerja
Menurut Vera Adjas,
staf dari management consulting services Kemal
Stamboel melihat bahwa sekarang saat yang baik untuk meraih pekerjaan. Apalagi
kesempatan bekerja bagi wanita dan pria sudah sama, dilihat dari sudah tingginya
tingkat pendidikan yang diraih oleh wanita akhir-akhir ini. Lagipula dunia
pekerjaan saat ini berkembang dengan cepat dan banyak tersebar dimana-mana.
Vera Adjas
berpendapat lagi bahwa, kecuali pada bidang-bidang tertentu, peluang kerja yang
sebelumnya didominasi kaum pria, sekarang dapat dimasuki wanita. Perusahaan nasional
dan multinasional, kini tak ragu lagi memasang wanita menjadi ketua pimpinan. Namun,
bersamaan dengan tumbuhnya aneka peluang kerja, perusahaan dengan lowongan
pekerjaan semakin selektif. Masalahnya, mereka memiliki banyak pilihan untuk
mendapatkan calon karyawan yang terbaik atau paling cocok untuk perusahaannya.
Wakil Direktur
Sumber Daya Manusia ABN Amro Bank sampai mengatakan jika dia tidak menyortir
surat-surat lamaran tersebut setiap harinya, maka besok dia harus menyortir
sebukit surat lamaran.
2. Carilah
Informasi Sebanyak-banyaknya
Ketika kita hendak mencari pekerjaan, sudah
sepatutnya kita mulai mencari informasi peluang kerja sebanyak-banyaknya. Apalagi
ditambah sudah canggihnya arus komunikasi dan telekomunikasi. Semua info lowongan
pekerjaan dapat mudah diakses lewat internet dengan membuka situs-situs
lowongan pekerjaan tanpa batas. Atau kita bisa sering-sering membaca koran,
mendengarkan radio.
Lalu, pasang telinga dan rajinlah bertanya
pada rekan-rekan dan berbagai kenalan. Rekrutmen pegawai tidak selalu melalui
iklan di media massa. Kebutuhan sebuah perusahaan akan karyawan baru
kadang-kadang disampaikan secara lisan kepada karyawannya.
3. Kesan
Pertama Harus Memikat
Tentu saja kita sudah mengetahui bahwa
banyak hal yang bisa membuat perusahaan mengambil atau menolak sebuah lamaran. Oleh
karena itu, seorang pelamar harus mampu meberikan kesan pertama yang menarik
perhatian dan berkesan.
Wongso berpendapat bahwa ketika pelamar membuat
surat lamaran, sebaiknya mereka dapat melihat budaya dari perusahaan yang
hendak dituju. Jika perusahaan multinasional, dia akan memilih surat lamaran
yang berbahasa Inggris, dan diketik rapi. Setelah itu, baru membaca isi lamaran
tersebut.
Jika kita melamar pada perusahaan Amerika,
sebaiknya surat lamaran dibuat sangat ringkas tetapi padat. Sehubungan dengan
kebiasaan orang Amerika yang tidak suka berbasa-basi. Begitu juga dengan
riwayat hidup (curriculum vitae).
Adapun perusahaan Australia dan Eropa lebih suka surat lamran yang lengkap.
4. Jangan
Asal Pilih
Lulusan
Sastra Belanda, UI, Surya Maulidina memberikan kesannya perihal memilih
pekerjaan yang tak hanya terbatas pada bidang ilmu yang dia geluti semasa
kuliah. Ia sempat kecil hati lantaran merasa pekerjaan di dunia bahasa tertutup
untuknya. Ia merasa kalau memilih pekerjaan yang jauh dari kemampuan kita akan
banyak membuang waktu dan harapan kita. Karena Ia sering melihat temannya suka ‘asal’
mengirim surat lamaran ke dengan harapan siapa tahu diterima.
Ia berpendapat lagi, kalau banyak
pengalaman kerja itu bisa menjadi nilai plus untuk diri kita sendiri, serta
dapat memperkuat lamaran kerja kita. Selain itu pula, ilmu-ilmu yang kita
dapatkan akan banyak dan kita tidak hanya menguasai satu bidang ilmu saja.
5. Tak
Perlu Muluk-muluk
Meskipun kita
memiliki ijazah bergengsi di luar negeri, belum tentu jaminan untuk mendapatkan
pekerjaan dengan posisi tinggi. Walaupun memang, lulusan luar negeri dapat
lebih mudah diterima akhir-akhir ini. Akan tetapi tak jarang pula perusahaan
lebih mementingkan kemampuan dibanding ijazah. Ditambah dengan semakin ketatnya
persaingan, sehingga kita harus melihat peluang dan prospek.
Seharusnya kita menikmati
saja dahulu posisi kita sekarang, entah bagaimana nanti kedepannya, setidaknya
kita sudah berusaha untuk mengembangkan diri dan mengasah ide-ide untuk
perusahaan, kita tak perlu muluk-muluk. Fokuskan perhatian pada pekerjaan yang
ada dan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
6. Perlu
Produktivitas Tinggi
Salah satu hal yang tidak boleh terabaikan
oleh pelamar kerja, bahwa setiap perusahaan mempunyai sifatnya sendiri dalam
mengejar keuntungan. Saat terjadi krisis dan persaingan ketat, maka sifat
perusahaan tersebut akan menjadi-jadi. Singkatnya, apa pun akan dilakukan
perusahaan agar bisa menekan dan meraup keuntungan sebanyak-banyaknya.
Oleh karena itu, perusahaan banyak mencari
pekerja yang produktivitasnya tinggi. Tak jarang pula, pekerja lama disuruh
tingkatkan kemampuannya. Dan bahkan memecat pekerja yang kuran berkompeten. Hal
lainnya, banyak perusahaan (terutama perusahaan kecil) menerapkan pengaturan
kerja dengan multitugas.
7. Jangan
Mudah Tergoda
Sebelum kita memutuskan untuk melamar
pekerjaan ada baiknya kita mengetahui dengan jelas pekerjaan yang harus
dilakukan. Sumber yang paling tepat untuk ditanya adalah manajer. Bisa juga
menghubungi kenalan yang pernah menangani pekerjaan semacam itu. Cara ini
penting agar kita terhindar dari ‘harapan palsu’ yang ditawarkan perusahaan
tersebut, apalagi jika perusahaan tersebut menawarkan gaji dan keuntungan yang
besar.
Semoga bermanfaat :)
Semoga bermanfaat :)
Sumber :
Koran Kompas
Kosasih,
Engkos. 2013. Cerdas Bebahasa Indonesia Jilid Satu.
Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar