Minggu, 11 Desember 2016

Tips Seputar Peluang Mendapat Kerja


   1.  Bacalah peluang kerja
Menurut Vera Adjas, staf dari management consulting services Kemal Stamboel melihat bahwa sekarang saat yang baik untuk meraih pekerjaan. Apalagi kesempatan bekerja bagi wanita dan pria sudah sama, dilihat dari sudah tingginya tingkat pendidikan yang diraih oleh wanita akhir-akhir ini. Lagipula dunia pekerjaan saat ini berkembang dengan cepat dan banyak tersebar dimana-mana.
Vera Adjas berpendapat lagi bahwa, kecuali pada bidang-bidang tertentu, peluang kerja yang sebelumnya didominasi kaum pria, sekarang dapat dimasuki wanita. Perusahaan nasional dan multinasional, kini tak ragu lagi memasang wanita menjadi ketua pimpinan. Namun, bersamaan dengan tumbuhnya aneka peluang kerja, perusahaan dengan lowongan pekerjaan semakin selektif. Masalahnya, mereka memiliki banyak pilihan untuk mendapatkan calon karyawan yang terbaik atau paling cocok untuk perusahaannya.
Wakil Direktur Sumber Daya Manusia ABN Amro Bank sampai mengatakan jika dia tidak menyortir surat-surat lamaran tersebut setiap harinya, maka besok dia harus menyortir sebukit surat lamaran.

   2.  Carilah Informasi Sebanyak-banyaknya
Ketika kita hendak mencari pekerjaan, sudah sepatutnya kita mulai mencari informasi peluang kerja sebanyak-banyaknya. Apalagi ditambah sudah canggihnya arus komunikasi dan telekomunikasi. Semua info lowongan pekerjaan dapat mudah diakses lewat internet dengan membuka situs-situs lowongan pekerjaan tanpa batas. Atau kita bisa sering-sering membaca koran, mendengarkan radio.
Lalu, pasang telinga dan rajinlah bertanya pada rekan-rekan dan berbagai kenalan. Rekrutmen pegawai tidak selalu melalui iklan di media massa. Kebutuhan sebuah perusahaan akan karyawan baru kadang-kadang disampaikan secara lisan kepada karyawannya.

   3.  Kesan Pertama Harus Memikat
Tentu saja kita sudah mengetahui bahwa banyak hal yang bisa membuat perusahaan mengambil atau menolak sebuah lamaran. Oleh karena itu, seorang pelamar harus mampu meberikan kesan pertama yang menarik perhatian dan berkesan.
Wongso berpendapat bahwa ketika pelamar membuat surat lamaran, sebaiknya mereka dapat melihat budaya dari perusahaan yang hendak dituju. Jika perusahaan multinasional, dia akan memilih surat lamaran yang berbahasa Inggris, dan diketik rapi. Setelah itu, baru membaca isi lamaran tersebut.
Jika kita melamar pada perusahaan Amerika, sebaiknya surat lamaran dibuat sangat ringkas tetapi padat. Sehubungan dengan kebiasaan orang Amerika yang tidak suka berbasa-basi. Begitu juga dengan riwayat hidup (curriculum vitae). Adapun perusahaan Australia dan Eropa lebih suka surat lamran yang lengkap.

   4.  Jangan Asal Pilih
 Lulusan Sastra Belanda, UI, Surya Maulidina memberikan kesannya perihal memilih pekerjaan yang tak hanya terbatas pada bidang ilmu yang dia geluti semasa kuliah. Ia sempat kecil hati lantaran merasa pekerjaan di dunia bahasa tertutup untuknya. Ia merasa kalau memilih pekerjaan yang jauh dari kemampuan kita akan banyak membuang waktu dan harapan kita. Karena Ia sering melihat temannya suka ‘asal’ mengirim surat lamaran ke dengan harapan siapa tahu diterima.
Ia berpendapat lagi, kalau banyak pengalaman kerja itu bisa menjadi nilai plus untuk diri kita sendiri, serta dapat memperkuat lamaran kerja kita. Selain itu pula, ilmu-ilmu yang kita dapatkan akan banyak dan kita tidak hanya menguasai satu bidang ilmu saja.

   5.  Tak Perlu Muluk-muluk  
Meskipun kita memiliki ijazah bergengsi di luar negeri, belum tentu jaminan untuk mendapatkan pekerjaan dengan posisi tinggi. Walaupun memang, lulusan luar negeri dapat lebih mudah diterima akhir-akhir ini. Akan tetapi tak jarang pula perusahaan lebih mementingkan kemampuan dibanding ijazah. Ditambah dengan semakin ketatnya persaingan, sehingga kita harus melihat peluang dan prospek.
Seharusnya kita menikmati saja dahulu posisi kita sekarang, entah bagaimana nanti kedepannya, setidaknya kita sudah berusaha untuk mengembangkan diri dan mengasah ide-ide untuk perusahaan, kita tak perlu muluk-muluk. Fokuskan perhatian pada pekerjaan yang ada dan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

   6.  Perlu Produktivitas Tinggi
Salah satu hal yang tidak boleh terabaikan oleh pelamar kerja, bahwa setiap perusahaan mempunyai sifatnya sendiri dalam mengejar keuntungan. Saat terjadi krisis dan persaingan ketat, maka sifat perusahaan tersebut akan menjadi-jadi. Singkatnya, apa pun akan dilakukan perusahaan agar bisa menekan dan meraup keuntungan sebanyak-banyaknya.
Oleh karena itu, perusahaan banyak mencari pekerja yang produktivitasnya tinggi. Tak jarang pula, pekerja lama disuruh tingkatkan kemampuannya. Dan bahkan memecat pekerja yang kuran berkompeten. Hal lainnya, banyak perusahaan (terutama perusahaan kecil) menerapkan pengaturan kerja dengan multitugas.

   7.  Jangan Mudah Tergoda
Sebelum kita memutuskan untuk melamar pekerjaan ada baiknya kita mengetahui dengan jelas pekerjaan yang harus dilakukan. Sumber yang paling tepat untuk ditanya adalah manajer. Bisa juga menghubungi kenalan yang pernah menangani pekerjaan semacam itu. Cara ini penting agar kita terhindar dari ‘harapan palsu’ yang ditawarkan perusahaan tersebut, apalagi jika perusahaan tersebut menawarkan gaji dan keuntungan yang besar. 

Semoga bermanfaat :) 



Sumber :
Koran Kompas
Kosasih, Engkos. 2013. Cerdas Bebahasa Indonesia Jilid Satu. Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar