Pada
Bulan Februari lalu, saya mendengar dari teman saya waktu dia menonton Deadpool. Saya sendiri sudah menonton
tetapi yang menarik dari pembicaraan kami adalah dia masih melihat anak kecil
yang berlari-lari di bioskop sewaktu dia nonton. Bahkan lebih ekstrim ada
seorang ibu yang membawa bayi. Saya sendiri pun mengalami hal tersebut waktu
menonton tapi hanya ada satu-dua anak yang menutup mata mereka saat melihat
sang anti hero mulai “menebas” lawan-lawannya.
Ada
dilema bagi orang tua ketika ingin mengajak
anaknya untuk noonton di bioskop. Orang tua hanya ingin agar anaknya senang dan
tidak rewel, tetapi mereka tidak memperhatikan film yang ditonton oleh mereka
dan anaknya.Sehingga hala yang saya sebutkan diatas menjadi hal yang biasa kita
lihat. Pihak bioskop pun tanpaknya enggan melakukan pembatasan pada penonton.
Hal ini cukup di maklumi oleh kita-kita karena mereka adalah perusahaan yang
memiliki tujuan utama mengeruk keuntungan.
Jika
hal ini terus berlanjut, akan ada dampak terutama pada anak. Film dewasa biasanya
mengacu pada konten seperti kekerasan (violence), gambar yang menggangu
(disturbing), ketelanjangan (nudity), seks.
Contoh dalam film Deadpool. Film
ini memang bergenre superhero namun film tersebut mendapat rating R (restriced)
oleh MPAA (Motion Picture Association of America), itu berarti mengandung
adegan kekerasan dan adanya kecenderungan menuju seks. Apabila ada seorang anak
yang menonton dan ia hanya diam mengamati antihero maka, timbullah rasa ingin terlihat
keren dan menjadi keren itu memakai senjata dan kencani seorang wanita.
Namun,
bukannya orang tua tidak akan tenang selama pemutaran film karena lebih banyak
anak yang tidak bisa diam? Orang tua sebagai pengawas pertama anak sebaiknya
mulai memilih-milih film untuk anak. Sebenarnya sudah ada upaya untuk membuat
bioskop ramah terhadap anak seperti yang baru-baru ini Cinemaxx Junior yang
diperuntukan untuk anak yang berumur 5-10 tahun.
Cinemaxx
Junior ini tidak hanya menyuguhkan auditorium menonton khusus anak, tapi juga
menyediakan berbagai permainan, seperti play bridge, flying fox, giant
trampoline, ball pit, climbing trees dan mini hammock yang dibuka sejam sebelum
pertunjukan film dimulai. Tidak hanya itu, lantai yang ada di area bermain juga
berbahan lembut, sehingga orang tua tak perlu khawatir anaknya akan terluka
saat bermain di area tersebut.
Semoga
bermanfaat :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar