Sebuah konsorsium ilmuwan dari 35 negara
menemukan lebih dari 100 gen pemicu skizofernia, 83 di antaranya belum pernah diidentifikasi.
Gen tersebut ditemukan melalui studi genetika terhadap 37.000 penderita
skizofernia yang dibandingkan dengan 110.000 orang yang tidak menderita skizofernia.
Sebagian gen terlibat dalam penyampaian
pesan kimia di otak dan sebagian lain berperan dalam sistem kekebalan tubuh
yang melindungi tubuh dari serangan penyakit.
Temuan yang dipublikasikan di jurnal Nature itu menunjukkan, skizofernia yang
oleh orang awam disebut “gila” juga bisa dipicu oleh faktor biologis, bukan
semata-mata karena faktor kejiwaan. Pimpinan studi, Michael O’Donovan dari
Universitas Cardiff di Inggris, untuk BBC, mengatakan sejak tahun 1970-an
ilmuwan kesulitan mengembangkan terapi skizofernia karena kurangnya pemahaman
faktor biologi penyakit.
Karena itu, temuan ini bisa menjadi
lompatan pengembangan terapi baru bagi penderita skizofernia yang mencapai 24
juta orang di dunia.
Semoga
bermanfaat :)
Sumber
:
Koran
Kompas, edisi 24 Juli 2014.
Pujiyanto,
Sri dan Rejeki Siti Ferniah. 2014. Buku
Siswa Menjelajah Dunia Biologi Untuk Kelas XII SMA dan MA. Jakarta: TIGA
SERANGKAI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar