Selasa, 27 Desember 2016

Ketahui Ciri-Ciri Plastik Kemasan Makanan


     Banyak dilaporkan baru-baru ini jika pemakaian botol plastik secara berulang-ulang dapat berbahaya bagi kesehatan, tetapi tidak semua jenis dapat membahayakan tubuh. Sebaiknya, sebelum membeli makanan atau minuman, pilihlah kemasan plastik yang aman digunakan, dengan cara melihat nomor yang tertera pada kemasan, untuk botol biasanya ada di bagian bawah. Nomornya ada di dalam segitiga yang terdiri dari panah melingkar. Dan nomornya dari satu sampai tujuh.
     Berikut adalah bahan plastik bernomor aman, yaitu :
1 = Polyethylene terephthalate atau PET atau PETE. Bisa digunakan untuk mengemas air minum, minuman ringan berkabonasi, jus buah-buahan, minyak goreng, saus salad, jeli, dan selai-selai.
2 = High density polyethylene atau HDPE, bisa digunakan untuk mengemas susu, jus, yogurt, dan botol galon air minum.
4 = Low density polyethylene atau LDPE yang bisa digunakan sebagai plastik kemasan rapat (cling wrap), pengemas roti, dan makanan beku.
5 = Polypropilene atau PP bisa digunakan untuk mengemas sup, saus tomat, dan margarin.
     Akan tetapi, menurut hasil uji coba serta evaluasi Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) adalah jenis plaastik nomor 1. Jadi, kalau kita menemukan botol air mineral kita bertanda nomor 1, itu berarti kemasan tersebut terbuat dari PET dan aman serta sifatnya food grade.
     Sedangkan untuk jenis plastik yang tidak aman penggunaannya dan tidak boleh digunakan untuk bahan pangan karena akan membahayakan tubuh, adalah sisa dari nomor yang tadi, seperti :
3 = Polyvinyl chloride atau PVC atau vinil. Sering dibuat sebagai cling wrap. Dan dipakai untuk wadah kue kering atau cokelat. Ada juga botol plastik yang dapat ditekan (untuk pengeluaran bahan) terbuat dari PVC.
6 = Polystyrene atau PS yaitu yang kita kenal sebagai sterofom. Biasanya untuk mengemas buah-buahan dan sayuran di toko-toko swalayan atau digunakan untuk membungkus makanan.
7 = jenis ini adalah jenis platik lainnya, terutama polycarbonate. Plastik jenis ini mengandung bisphenol-A yang berbahaya dan dapat bermigrasi. Plastik ini tahan suhu tinggi. Ada yang menggunakan sebagai botol susu bayi dan alat-alat makan seperti sendok, garpu dan pisau plastik.
     Oleh sebab itu, hindari pula memanaskan makanan dengan wadah atau bungkus yang terbuat dari plastik dalam oven gelombang mikro atau microwave. Dan, jangan menaruh makanan panas serta berminyak di dalam oven gelombang mikro. Sebaiknya, sediakan tempat yang menurut kita aman dari rumah agar kita terhindar dari penyakit yang berbahaya.

Semoga bermanfaat :) 



Sumber :

Rahardjo, Sentot Budi dan Ispriyanto. 2014. Buku Siswa Kimia Berbasis Eksperimen Untuk Kelas XII SMA dan MA. Jakarta: TIGA SERANGKAI. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar