Citah
atau dalam bahasa Inggris disebut cheetah, dikenal sebagai pemangsa paling
efisien di bumi. Mengejar dan menerkam mangsa hanya ketika mangsa itu ada dalam
jangkauannya. Hewan ini tergolong pintar dengan kemampuannya mendeteksi hewan
yang paling lemah. Ia menjatuhkan korban bukan dengan menerkam seperti singa
atau harimau. Tapi pada sentuhan kecil di kaki belakang korban yang sedang
berlari kencang. Saat korban jatuh, citah kemudian menerkam tengkuk korban
untuk kemudian selanjutnya dicengkram hingga kehabisan darah.
Meski
terkenal sebagai pemburu menakutkan di padang Afrika, namun faktanya hanya 40%
hingga 50% aktivitas berburunya yang membuahkan hasil. Pernah berkembang mitos
bahwa kepanasan adalah penyebab mengapa citah gagal dalam berburu. Namun
penelitian terbaru menunjukkan bahwa citah yang mulai memakan mangsanya sesaat
setelah berhasil berburu mengalami kenaikan temperatur tubuh dua kali lipat
dibandingkan dengan citah yang menghentikan aktivitas berburunya.
Citah
adalah hewan karnivora yang mangnyanya sebagian besar mamalia dengan berat di bawah
40 kg (88 lb). Mangsa mereka umumnya adalah rusa (seperti Rusa Thomson danRusa
Grant), springbok (sejenis antelop), dan impala. Terkadang, mereka juga
mengincar Wildebeest (sejenis antelop menyerupai banteng) dan Zebra muda,
dengan berburu secara berkelompok. Ayam Guinea dan kelinci juga merupakan
mangsa mereka. Sementara kucing besar lainnya berburu di malam hari, cheetah
adalah pemburu di siang hari. Mereka berburu baik di awal-awal pagi maupun di
akhir sore hari, dengan masih ada cahaya yang cukup menerangi.
Chitah
cenderung berburu dengan menggunakan penglihatan dibandingkan dengan
mengandalkan penciuman. Mereka mengintai mangsanya terlebih dahulu dalam jarak
10-30 m (33 - 98 kaki), lalu kemudian mengejarnya. Sebelum melancarkan
serangan, cheetah menggunakan penglihatan mereka yang luar biasa untuk
mengamati lingkungan mereka untuk mencari mangsa. Chitah sangat ahli dalam
mengintai dengan pergerakanyang yang diam-diam, dan totol hitam yang membuat ia
hampir tak terlihat bagi mangsanya karena membaur dengan rerumputan kering yang
tinggi.
Saat
waktu yang tepat tiba, cheetah akan berlari kencang mengejar mangsanya dan
berupanya menjatuhkannya. Gerakannya gesit, sehingga dapat berbelok dengan
kecepatan tinggi saat mengejar mangsanya. Tapi, ada satu kelemahan cheetah.
Pengejaran yang dilakukan dengan kecepatan tinggi ini akan menguras banyak
tenaga, sehingga hanya bertahan kurang dari satu menit. Tingkat keberhasilan
berburunya yaitu sekitar 50%. Kalau berhasil, cheetah akan langsung menyeret
hasil buruannya ke tempat tersembunyi, agar tidak dicuri oleh rivalnya
(misalnya heyna) sebelum dimakan.
Berlari
dengan kecepatan yang tinggi, membuat banyak tegangan pada otot-otot cheetah.
Saat berlari, temperatur tubuh cheetah meningkat dengan cepat. Bila mereka kesulitan
mengejar mangsanya, mereka butuh waktu lebih setengah jam untuk beristirahat.
Chitah
membunuh dengan cara menjatuhkan mangsanya saat pengejaran, lalu menggigit di
bagian bawah tenggorokan untuk mencekik mangsanya itu; cheetah tidak cukup kuat
untuk mematahkan sebagian besar tangkapannya. Gigitan itu juga dapat melukai
pembuluh darah yang penting yang ada di leher. Setelah tangkapannya mati,
cheetah lalu memakannya sebelum predator yang lebih kuat datang.
Semoga
bermanfaat :)
Sumber :



Tidak ada komentar:
Posting Komentar