Kamis, 29 Desember 2016

Si Pelari Tercepat Afrika




Citah atau dalam bahasa Inggris disebut cheetah, dikenal sebagai pemangsa paling efisien di bumi. Mengejar dan menerkam mangsa hanya ketika mangsa itu ada dalam jangkauannya. Hewan ini tergolong pintar dengan kemampuannya mendeteksi hewan yang paling lemah. Ia menjatuhkan korban bukan dengan menerkam seperti singa atau harimau. Tapi pada sentuhan kecil di kaki belakang korban yang sedang berlari kencang. Saat korban jatuh, citah kemudian menerkam tengkuk korban untuk kemudian selanjutnya dicengkram hingga kehabisan darah.
Meski terkenal sebagai pemburu menakutkan di padang Afrika, namun faktanya hanya 40% hingga 50% aktivitas berburunya yang membuahkan hasil. Pernah berkembang mitos bahwa kepanasan adalah penyebab mengapa citah gagal dalam berburu. Namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa citah yang mulai memakan mangsanya sesaat setelah berhasil berburu mengalami kenaikan temperatur tubuh dua kali lipat dibandingkan dengan citah yang menghentikan aktivitas berburunya. 


Citah adalah hewan karnivora yang mangnyanya sebagian besar mamalia dengan berat di bawah 40 kg (88 lb). Mangsa mereka umumnya adalah rusa (seperti Rusa Thomson danRusa Grant), springbok (sejenis antelop), dan impala. Terkadang, mereka juga mengincar Wildebeest (sejenis antelop menyerupai banteng) dan Zebra muda, dengan berburu secara berkelompok. Ayam Guinea dan kelinci juga merupakan mangsa mereka. Sementara kucing besar lainnya berburu di malam hari, cheetah adalah pemburu di siang hari. Mereka berburu baik di awal-awal pagi maupun di akhir sore hari, dengan masih ada cahaya yang cukup menerangi.
Chitah cenderung berburu dengan menggunakan penglihatan dibandingkan dengan mengandalkan penciuman. Mereka mengintai mangsanya terlebih dahulu dalam jarak 10-30 m (33 - 98 kaki), lalu kemudian mengejarnya. Sebelum melancarkan serangan, cheetah menggunakan penglihatan mereka yang luar biasa untuk mengamati lingkungan mereka untuk mencari mangsa. Chitah sangat ahli dalam mengintai dengan pergerakanyang yang diam-diam, dan totol hitam yang membuat ia hampir tak terlihat bagi mangsanya karena membaur dengan rerumputan kering yang tinggi.
Saat waktu yang tepat tiba, cheetah akan berlari kencang mengejar mangsanya dan berupanya menjatuhkannya. Gerakannya gesit, sehingga dapat berbelok dengan kecepatan tinggi saat mengejar mangsanya. Tapi, ada satu kelemahan cheetah. Pengejaran yang dilakukan dengan kecepatan tinggi ini akan menguras banyak tenaga, sehingga hanya bertahan kurang dari satu menit. Tingkat keberhasilan berburunya yaitu sekitar 50%. Kalau berhasil, cheetah akan langsung menyeret hasil buruannya ke tempat tersembunyi, agar tidak dicuri oleh rivalnya (misalnya heyna) sebelum dimakan.
Berlari dengan kecepatan yang tinggi, membuat banyak tegangan pada otot-otot cheetah. Saat berlari, temperatur tubuh cheetah meningkat dengan cepat. Bila mereka kesulitan mengejar mangsanya, mereka butuh waktu lebih setengah jam untuk beristirahat. 

Chitah membunuh dengan cara menjatuhkan mangsanya saat pengejaran, lalu menggigit di bagian bawah tenggorokan untuk mencekik mangsanya itu; cheetah tidak cukup kuat untuk mematahkan sebagian besar tangkapannya. Gigitan itu juga dapat melukai pembuluh darah yang penting yang ada di leher. Setelah tangkapannya mati, cheetah lalu memakannya sebelum predator yang lebih kuat datang.

Semoga bermanfaat :) 



Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar