“If
you want to be a writer, you must do two things above all others : read a lot
and write a lot.”
–Stephen
King.
Suatu aktivitas yang lebih
cenderung pada pengolahan kata, kalimat, ataupun paragraf panjang yang tersusun
rapi membentuk suatu tulisan menarik dapat kita sebut sebagai menulis.
Aktivitas menulis, untuk di jaman sekarang terbilang cukup populer akan tetapi
tidak terlalu meluas seperti halnya selfie,
vlog, snapgram dan lain semacamnya. Padahal, menulis memiliki banyak fungsi
selain tentu saja untuk mengembangkan kreatifitas otak kita dalam mengolah
kata-kata disamping aktivitas berbicara yang sering kita lakukan, menulis juga
dapat menjadi ‘obat’, terutama saat kita bingung mau berbicara tetapi tidak ada
orang yang mendengarkan, kita bisa menuangkannya lewat tulisan. Semacam diary. Atau sekarang sudah ada aplikasi untuk
kita berbagi tulisan karya kita sendiri yang akan termuat dan terbaca oleh
pengguna internet, yaitu Blog.
Padahal,
menulis itu menyenangkan. Kalian akan bisa sedikit berfantasi dan jika kalian
menikmatinya, kalian akan lupa kalau sebenarnya kalian hanya sedang mengetik
kata-kata. Lalu, sensasi yang susah dijabarkan akan terasa jelas ketika
semangat menulis itu muncul dengan sendirinya, apalagi jika hasil tulisan kita
disukai oleh banyak orang.
Namun,
ada hal menakutkan yang sering dialami oleh penulis pemula atau penulis yang
sudah lama terjun dalam dunia kepenulisan tetapi masih butuh pengetahuan lebih
tentang dunia tulis-menulis itu sendiri. Diantaranya seperti, PUEBI yang masih
kacau balau, susunan kata yang kurang menarik minat pembaca atau kurangnya
pengetahuan dalam menentukan tema dan judul yang menarik serta kurangnya
latihan menulis. Sehingga membuat minat pada aktivitas menulis ini menjadi
kurang diminati. Berikut ada beberapa tips untuk menjadi penulis (terutama
untuk penulis baru) :
1. Seringlah
Membaca
Mengapa ini penting? Karena sebenarnya,
dengan membaca kita akan lebih mengetahui banyak informasi, pengetahuan kita
akan luas, dan tak jarang banyak gaya penulisan dari si penulis yang bisa kita
ambil sebagai contoh dimana itu semua akan mempengaruhi kualitas tulisan yang
dihasilkan. Memang benar ada teknik lain agar kita bisa menjadi seorang penulis
hebat, namun sering membaca adalah teknik dasarnya.
2. Teruslah
Menulis
Jangan berhenti bila kalian merasa gagal
sepenuhnya pada saat tidak bisa menemukan sesuatu untuk ditulis. Kalian bisa
terhambat, bahkan untuk selamanya. Tulislah apapun yang terlintas di benak
kita, entah itu ketika kita sedang senang, patah hati, sedih, atau terpuruk
sekalipun. Tulislah tanpa perlu khawatir akan seperti apa tulisan kalian nanti.
Teruslah menulis, jangan meng-editnya setelah itu. Masalah PUEBI? Tata bahasa
yang hancur? Biarkan saja. Asalkan kalian tetap menulis, di setiap harinya,
kemampuan kalian akan semakin hebat.
3. Menulis
Ulang
Pernah mencoba untuk menulis ulang tulisan
yang sudah lama kalian abaikan? Terlihat seperti pekerjaan yang percuma bukan?
Tetapi, dengan menulis ulang tulisan kita, dan sekaligus membandingkannya, kita
dapat mengevaluasi sudah sejauh mana kemampuan menulis kita.
4. Perlunya
Seorang Editor
Editor merupakan ‘teman’ terbaik bagi
setiap penulis. Karena sebagai penulis pemula maupun profesional sekalipun,
tidak akan pernah lepas dari kesalahan. Sehingga perlu seorang editor. Editor
sendiri bertugas untuk memeriksa, memperbaiki, dan memberikan kritik serta
saran untuk membuat tulisan si penulis menjadi lebih baik dan sempurna. Editor
dapat dengan mudah ditemukan jika kita bergabung dengan suatu komunitas
menulis.
5. Temukan
Ide
Sebuah ide bisa kita temukan dimana-mana.
Karpet rumah pun bisa kita jadikan bahan untuk tulisan. Koran dan majalah
terkadang terdapat artikel menarik yang bisa kita gunakan sebagai tema utama.
Inspirasi juga tak kalah penting untuk bisa memunculkan sebuah ide. Banyak cara
yang bisa dilakukan seperti, baca buku favorit kita, menyetel lagu tenang,
ngobrol sambil minum teh dan semacamnya.
6. Tulislah
dengan Banyak Sudut Pandang
Coba dan kembangkanlah menulis dengan sudut
pandang orang pertama lalu sudut pandang orang ketiga. Dan ketika kita sudah
menemukan sudut pandang yang tepat dengan gaya menulis kita, jangan pernah
diganti atau waktu kalian habis untuk menulis ulang. Lalu, jika ingin menulis
perdebatan, sebaiknya tulis dari sudut pandang orang dengan siapa kita
berdebat. Karena ini merupakan latihan menulis pemikiran orang lain.
Kesimpulannya, dengan menulis kita bisa
menemukan kenyamanan dalam menyampaikan gagasan atau ide atau suatu pemikiran
baru ke bentuk tulisan. Sensasi menyenangkan akan terasa jika kita menulis
semuanya tanpa merasa terbebani. Teruslah menulis dan menulis dan menulis tanpa
bosan. Berlatih menulis setiap hari dan diselingi dengan membaca akan membuat
tulisan kita sempurna. Jangan takut, jangan ragu, jangan bingung ide tulisan
kita apa, karena inspirasi menulis bisa ‘terlihat’ dimana saja dan kapan saja.
Keep
on writing!
Semoga bermanfaat :)
Sumber
:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar