Minggu, 25 Desember 2016

Transmigrasi Dorong Pertumbuhan Daerah


          Program transmigrasi dinilai ikut berkontribusi mendorong pertumbuhan daerah-daerah pinggiran di Indonesia. Sejak dilaksanakan tahun 1950, transmigrasi telah memberi manfaat bagi sekitar 8,8 juta warga miskin dan mendorong tumbuhnya 1.183 desa baru.
          Menurut Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sanjoyo transmigrasi dengan segala keterbatasannya telah membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi di Luar Jawa. Eko menjelaskan lagi, sejak dilaksanakn tahun 1950, program trnasmigrasi telah menumbuhkan 3.608 lokasi permukiman di berbagai wilayah Indonesia. Ribuan lokasi permukiman itu telah berkembang menjadi 1.183 desa baru, 385 ibu kota kecamatan, 104 ibu kota kabupaten baru, serta 2 ibu kota provinsi, yakni seperti Sulawesi Barat dan Kalimantan Utara.
          66 tahun sudah pelaksanaan program transmigrasi dan sedikitnya 2,2 juta keluarga atau 8,8 warga miskin telah mendapat manfaat dari program transmigrasi. Program itu juga telah menghasilkan 50 kawasan penghasil minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan menyediakan 3.383 juta hektar lahan bisa dipakai untuk mengembangkan tanaman pangan.
          Salah satu kunci sukses program transmigrasi adalah pengembangan usaha yang spesifik, yakni setiap lokasi transmigran fokus mengembangkan produk atau komoditas tertentu. Untuk ke depannya, pemerintah akan terus mendorong kemajuan daerah-daerah transmigran agar bisa menjadi pusat pertumbuhan baru. Salah satu langkah untuk pengembangan itu adalah melalui penyediaan sarana pasca panen, misalnya mesin pengolahan komoditas tertentu.
         Belajar dari programa transmigrasi, desa-desa di Indonesia akan terdorong untuk fokus mengembangkan produk-produk tertentu. Karena desa-desa yang kaya di Indonesia rata-rata berfokus pada komditas tertentu sehingga skala produksinya cukup besar. Itulah kenapa pemerintah akan mendorong setiap desa memiliki satu produk spesifik, istilahnya satu desa satu produk.
     Terakhir adalah pendapat Wakil Rektor Unibersitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Suratman yaitu, program transmigrasi bisa menjadi salah satu solsi untuk mengatasi kesenjangan pembangunan antara wilayah Jawa dan luar Jawa. Dengan transmigrasi penduduk dari Jawa ke Luar Jawa, wilayah yang sebelumnya sepi dan tak berkembang bisa tumbuh menjadi pusat perekonomian.

Semoga bermanfaat :) 



Sumber :

Artikel Koran Kompas, edisi 01 Oktober 2016.         

Tidak ada komentar:

Posting Komentar