Program transmigrasi dinilai ikut
berkontribusi mendorong pertumbuhan daerah-daerah pinggiran di Indonesia. Sejak
dilaksanakan tahun 1950, transmigrasi telah memberi manfaat bagi sekitar 8,8
juta warga miskin dan mendorong tumbuhnya 1.183 desa baru.
Menurut Menteri Desa, Pembangunan
Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sanjoyo transmigrasi dengan
segala keterbatasannya telah membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi di Luar
Jawa. Eko menjelaskan lagi, sejak dilaksanakn tahun 1950, program trnasmigrasi
telah menumbuhkan 3.608 lokasi permukiman di berbagai wilayah Indonesia. Ribuan
lokasi permukiman itu telah berkembang menjadi 1.183 desa baru, 385 ibu kota
kecamatan, 104 ibu kota kabupaten baru, serta 2 ibu kota provinsi, yakni
seperti Sulawesi Barat dan Kalimantan Utara.
66 tahun sudah pelaksanaan program
transmigrasi dan sedikitnya 2,2 juta keluarga atau 8,8 warga miskin telah
mendapat manfaat dari program transmigrasi. Program itu juga telah menghasilkan
50 kawasan penghasil minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan menyediakan 3.383
juta hektar lahan bisa dipakai untuk mengembangkan tanaman pangan.
Salah satu kunci sukses program transmigrasi
adalah pengembangan usaha yang spesifik, yakni setiap lokasi transmigran fokus
mengembangkan produk atau komoditas tertentu. Untuk ke depannya, pemerintah
akan terus mendorong kemajuan daerah-daerah transmigran agar bisa menjadi pusat
pertumbuhan baru. Salah satu langkah untuk pengembangan itu adalah melalui
penyediaan sarana pasca panen, misalnya mesin pengolahan komoditas tertentu.
Belajar dari programa transmigrasi,
desa-desa di Indonesia akan terdorong untuk fokus mengembangkan produk-produk
tertentu. Karena desa-desa yang kaya di Indonesia rata-rata berfokus pada
komditas tertentu sehingga skala produksinya cukup besar. Itulah kenapa
pemerintah akan mendorong setiap desa memiliki satu produk spesifik, istilahnya
satu desa satu produk.
Terakhir adalah pendapat Wakil Rektor
Unibersitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Suratman yaitu, program transmigrasi bisa
menjadi salah satu solsi untuk mengatasi kesenjangan pembangunan antara wilayah
Jawa dan luar Jawa. Dengan transmigrasi penduduk dari Jawa ke Luar Jawa,
wilayah yang sebelumnya sepi dan tak berkembang bisa tumbuh menjadi pusat
perekonomian.
Semoga
bermanfaat :)
Sumber :
Artikel
Koran Kompas, edisi 01 Oktober 2016.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar