Pernahkah kalian
merasa sebenarnya bosan melakukan hal-hal tersebut tapi kenapa justru malah
dilakukan paling sering? Dan kita memang mudah mengeluh bukan? Dan, berikut
lima diantaranya.
1.
Rapat. Rapat
dinilai sebagai aktivitas yang biasanya dilakukan dalam durasi yang lama dan
berlangsung membosankan. Penelitian University of North Carolina di Charlotte,
mengatakan jika umumnya kegiatan tersebut hanya pura-pura mengangguk sambil
melihat slide demi slide untuk menghargai yang presentasi. Lalu,
mengapa tetap kita lakukan? Secara tidak sadar, dalam rapat banyak hal baru
yang dapat ditemukan. Seperti slide yang
menghibur, pertanyaan dan jawaban dari rekan yang sangat menarik, dan
besosialisasi.
2.
Mebel-mebel dan mainan rakitan. Sebenarnya manusia
tidak menyukai segala sesuatu yang rumit. Karena kita akan dianggap tak disukai
oleh orang lain. Jadi kenapa secara tidak sadar kita malah suka? Terkadang kita
bilang tidak suka, tapi kita tetap membelinya. Karena, biasanya, mereka yang
merakit sebuah mebel dan diminta untuk mematok sebuah harga akan lebih tinggi
dibanding kalau yang langsung. Karena merakit juga membuat seseorang merasa
lebih kompeten.
3.
Menonton siaran
televesi berulang kali. Kartun di televisi sering sekali tayang bahkan hampir
puluhan kali., tapi kenapa kita masih menontonya? Sebenarnya semua sudah
terungkap dari sejak kita kecil, ketika kita meinta orang untuk membacakan
cerita berulang kali. Penelitian mengungkap bahwa hal yang menghilang dari
tayangan ulang hanyalah faktor kejutannya, karena kita telah tau setiap jalan
ceritanya. Selebihnya adalah hiburan. Tayangan ulang memiliki tingkat menghibur
yang sama dengan tayangan baru. Dan energi yang dibutuhkan juga lebih ringan.
4.
Rasa bersalah
atau menyesal. Hal ini sedikit aneh karena sebenarnya yang kita sukai bukan lah
rasa atau nikmatnya aktivitas "berdosa" yang kita lakukan, penelitian
menyebutkan bahwa yang kita nikmati sebenarnya adalah rasa bersalahnya. Rasa
bersalah itu kita upload dan pamerkan di media sosial, agar secara sosial
kita diterima dan gak dianggap sebagai orang yang rakus serta seenaknya
sendiri. Penelitian dilakukan dengan menyuruh beberapa responden untuk
mendengarkan nasihat mereka selama 10 menit, kemudian mereka akan diberikan
sebuah coklat. Mereka yang merasa bersalah akibat mendengarkan nenek mereka
hanya karena sebuah coklat dinilai lebih menikmati coklatnya daripada mereka
yang gak merasa bersalah. Rasa bersalah itu diketahui menambah kenikmatan saat
melakukan sesuatu yang "berdosa".
Semoga bermanfaat :)
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar