Rabu, 28 Desember 2016

Teori Evolusi Darwin vs. Teori Evolusi Lamarck


     Sudah pernah mendengar judul diatas sebelumnya? Tentang bagaimanakah evolusi itu berawal? Untuk anak IPA, pasti sudah paham perbedaan teori mereka dimananya. Karena memang terbilang cukup mudah diingat, anak IPA kalau tidak hapal perbedaan teori ini pasti dia tidak pernah membaca BAB tentang Evolusi.
     Teori Darwin tentang evolusi adalah berlangsung karena adanya seleksi alam. Hanya individu yang kuat beradaptasi saja lah yang dapat bertahan, sedangkan yang lemah akan mati. Istilahnya seperti, siapa yang kuat dia yang menang. Hukum rimba. Karena, kemampuan bertahan hidup dan berkembang biak dapat diwariskan dari induk kepada keturunannya.
     Sedangkan menurut Lamarck, evolusi itu terjadi saat suatu organisme menggunakan suatu organ tubuh secara terus-menerus karena pengaruh lingkungan sekitarnya, sehingga organ tubuh yang dibuat beradaptasi akan berubah sesuai lingkungannya, dan yang jarang digunakan sebaliknya, akan mengalami kemunduran. Kemampuan ini akan secara alami diwariskan kepada turunannya.  
     Mereka sama-sama menggunakan contoh jerapah sebagai bahan perbedaannya. Jadi menurut Darwin seperti ini, mengapa leher jerapah yang kita kenal sekarang panjang? Nah, itu karena dulu jerapah ada yang berleher panjang dan ada yang berleher pendek. Mereka hidup bersama dalam suatu lingkungan yang menuntut semua jerapah memakan makanan dari pohon yang tinggi. Oleh karena itu, bisa kita tebak bukan? Tentu saja jerapah leher panjang yang mampu beradaptasi dengan lingkungan tersebut. Dan jerapah leher pendek mati, karena makanan mereka tidak bisa terjangkau.  
     Kemudian menurut Teori Lamarck, masih dengan kondisi lingkungan yang sama dan dengan jerapah leher pendek dan jerapah leher panjang pula, Lamarck menyebutkan bahwa sebenarnya, leher jerapah yang pendek, berusaha untuk menyesuaikan dengan pohon yang terdapat makanan mereka disana. Jerapah menarik lehernya secara berkala untuk mencapai daun-daun dan pucuk pada pohon tersebut.
     Jadi, bisa disimpulkan kalau sebenarnya kedua teori baik Darwin atau pun Lamarck, sama-sama masuk akal serta logis. Tidak dipungkiri lagi bahwa memang sejatinya hanya makhluk yang paling sesuai dan cocoklah yang dapat bertahan hidup. Lamarck juga mengakuinya. Namun, tidak ada salahnya bagi jerapah tersebut mencoba untuk menyesuaikan diri terhadap pohon yang menjadi ladang makanannya.

Semoga bermanfaat :) 



Sumber :

Pujiyanto, Sri dan Rejeki Siti Ferniah. 2014. Buku Siswa Menjelajah Dunia Biologi Untuk Kelas XII SMA dan MA. Jakarta: TIGA SERANGKAI. Halaman 202-203. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar