Rabu, 28 Desember 2016

Dampak Mutasi Gen Alzhemier dan Parkinson Ditemukan


     Dampak mutasi genetik langka penyakit Alzheimer telah ditemukan pada 16 Oktober 2013. Ternyata, mutasi tersebut dapat mempercepat hilangnya sebagian jaringan otak dan penurunan mental. Orang-orang dengan varian gen TREM2 didapatkan kehilangan jaringan otak dua kali lebih cepat dibandingkan dengan orang yang berusia lanjut tanpa gen itu. Temuan tersebut dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine.
     Paul Thompson dari University of Southern California mengatakan varian gen tersebut akan di scan otak dan kemudian menunjukkan hal yang luar biasa yaitu mempercepat hilangnya (jaringan) otak dengan luar biasa.
     Setelah Thompson dan rekannya melakukan pencitraan pemindaian resonansi magnetik (MRI) pada 478 orang dewasa umur 76 tahun selama dua tahun, mereka menemukan fakta bahwa pemilik gen TREM2 dan pembawa mutasi kehilangan jaringan otak sebanyak 1,4 sampai 3,3 persen lebih banyak daripada non-pemiliki gen tersebut.
     Proses kerusakan otak pun terjadi dua kali lebih cepat pada pembawa gen tersebut. Hilangnya jaringan otak terkonsentrasi di pusat-pusat memori otak, termasuk lobus termporal dan hippocampus.
     Varian TREM2 pertama kali dijelaskan pada Januari 2013, sebagai mutasi yang langka serta ditemukan ada pada sekitar 1 persen populasi Amerika Utara dan Eropa.
     Keberadaan gen tersebut juga sudah diketahui membuat pemiliknya berisiko tiga kali lebih besar mengidap Alzheimer. Setelah diteliti lebih lanjut, keberadaan mutasi gen itu pada kelompok masyarakat berkulit hitam. Keberadaan gen tersebut pun kemudian dikaitkan dengan penyakit Parkinson dan penyakit langka akibat penurunan dini kemampuan otak yang dikenal sebagai penyakit Nasu-Hakola.

Semoga bermanfaat :)



Sumber :              

Pujiyanto, Sri dan Rejeki Siti Ferniah. 2014. Buku Siswa Menjelajah Dunia Biologi Untuk Kelas XII SMA dan MA. Jakarta: TIGA SERANGKAI. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar