Menderita mata minus memang membuat
siapa saja kesulitan untuk beraktivitas. Sebab, mata minus merupakan akibat
dari kebiasaan-kebiasaan kita yang sering membaca, bermain hp, atau laptop
tanpa henti dengan jarak yang mengabaikan ukuran yaitu sekitar 25-30 meter,
ditambah kondisi cahaya yang kurang terang, malah makin memperburuk keadaan
mata kita.
Penderita mata minus pasti menggunakan
kacamata ekstra tebal, apalagi jika minusnya sudah diatas tiga. Tapi, terkadang
ada juga yang merasa lelah memakai kacamata dan beralih pada lensa kontak.
Terutama bagi perempuan. Lensa kontak selain untuk kebutuhan mata minus, bisa
juga untuk membuat mata kita terlihat lebih menarik, bahkan sekarang banyak
model lensa kontak yang beragam.
Operasi mata minus dengan laser, selain
populer, juga bisa untuk memperbaiki mata yang rabun dekat dan astigmatisme
(silinder). Semua operasi laser untuk mengoreksi kemampuan melihat, berupaya
untuk membentuk kembali kornea, bagian depan mata, sehingga cahaya yang masuk
melalui kornea dapat terfokus dengan benar ke retina yang terletak di belakang
mata. Teknik bedah yang digunakan untuk membentuk kembali kornea mata ini
disebut Lasik.
Cara kerja operasi tersebut adalah bedah
mata, memperbaiki lensa mata dengan bantuan peralatan laser. Dibutuhkan waktu
sekitar 20 menit. Pembedahan dilakukan untuk menyayat lapisan kornea, lalu
dilakukan penyinaran untuk memperbaiki mata yang rusak, kemudian kornea
ditutupkan dan akan menempel dengan sendiri tanpa perlu dijahit sehingga
operasi lasik tidak menimbulkan bekas luka/jahitan.
Selama
operasi mata minus dengan laser, tetes mata digunakan untuk mematirasakan mata.
Kornea diperbaiki menggunakan semacam cincin hisap. Selaput tipis, bulat, dan
mengganjal dipotong dari lapisan luar kornea, menggunakan perangkat khusus.
Lipatan kornea ini tidak dihapus seluruhnya, namun ditarik kembali sehingga
ahli bedah dapat bekerja pada jaringan yang terletak di bawahnya. Langkah
berikutnya adalah untuk membentuk kembali jaringan kornea yang mendasarinya.
Untuk
melakukan operasi ini, ada syarat yang musti diperhatikan, yaitu, mata kita
harus dalam keadaan sehat, ketebalan kornea yang cukup, kesalahan bias tidak
terlalu tinggi sekitar 2-8 dioptri untuk rabun jauh dekat dan silinder, umur
yang tepat sekitar 20 tahun keatas, karena di bawah umur 20, refraksi mata
masih sering berubah-ubah.
Meskipun
terlihat sederhana dan mudah, terdapat beberapa keuntungan dan kerugiannya
seperti berikut. Keuntungannya sudah pasti praktis, tingkat keberhasilan yang
tinggi, dan mata kembali normal kembali. Tetapi kerugiannya bisa berupa, mata
kering, hasilnya bersifat permanen, berbayang, sulit jelas pada malam hari, jarang
bisa fokus kembali jika menggunakan kacamata kembali. Dan rata-rata harga yang
ditawarkan beberapa rumah sakit di Indonesia, kurang terjangkau, yaitu dengan
total hampir 35 juta Rupiah.
Semoga
bermanfaat :)
Sumber :
Kanginan, Marthen. 2013. Fisika 1 untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga.
This article contains a lot of information needed by the general public, so it is very interesting to read by anyone who needs that information. Good Luck..
BalasHapusPengobatan Mata Tua Secara Herbal